oleh

Inilah Etika Salat Idul Fitri yang Perlu Diketahui

PortalMadura.Com – Hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Itu tandanya kita akan memasuki bulan Syawal. Dipercaya, pada awal bulan syawal yang ditandai dengan salat idul fitri ini kita akan kembali suci layaknya bayi yang baru lahir. Sebab, selama bulan Ramadan seseorang dibersihkan melalui puasa dan aturan yang menyertainya.

Nah, Tahukah Anda etika yang harus dilakukan sebelum dan sesudah salat Idul Fitri ? Ya, sebelum dan sesudah salat Idul Fitri ada etika khusus yang bisa kita lakukan. Mulai dari mandi, tempat, hingga pulang dari pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Salat Idul Fitri dilaksanakan di pagi hari, yakni sejak matahari naik setinggi tombak hingga tergelincir ke arah barat. Nah, jika seorang muslim ingin merasa sempurna dalam melaksanakannya, maka ada etika khusus yang dapat dilakukan. Penasaran ? Berikut Penjelasannya.

1. Mandi, menggunakan parfum dan mengenakan pakaian yang bagus. Karena Anas bin Malik RA berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan kita di di dua hari raya mengenakan pakaian bagus yang kita miliki, menggunakan parfum terbaik yang kita miliki dan berkurban dengan apa saja yang paling bernilai yang kita miliki,” (Diriwayatkan Al-Hakim dan sanadnya baik).

Rasulullah SAW mengenakan kain burdah pada setiap hari raya (Diriwayatkan Imam Syafi’i dan sanadnya baik).

2. Makan sebelum keluar untuk salat Idul Fitri. Karena Buraidah RA berkata, “Rasulullah SAW tidak berangkat pada salat Idul Fitri hingga makan,” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan lain-lain. Hadis ini di-shahih-kan Ibnu Al-Qaththan).

3. Takbir pada malam hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Idul Fitri takbir dikumandangkan hingga imam keluar untuk salat dengan mereka.

4. Keluar menuju tempat salat dari satu jalan dan pulang dari jalan lainnya, karena Rasulullah SAW berbuat seperti itu. Jabir bin Abdullah RA berkata, “Pada hari raya, Rasulullah SAW menggunakan jalan yang berbeda,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

5. Salat Idul Fitri dilakukan di tanah lapang, kecuali karena darurat, misalnya hujan dan lain sebagainya, maka dilaksanakan di masjid. Karena Rasulullah SAW selalu melaksanakan salat Idul Fitri di tanah lapang, seperti disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

6. Ucapan selamat. Seorang Muslim berkata saudaranya, “Taqabbalallahu minna wa minka (semoga Allah menerima amal ibadahku dan amal ibadahmu). Karena, diriwayatkan bahwa jika sebagian para sahabat bertemu dengan sebagian yang lain, mereka berkata, “Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal ibadahku dan amal ibadah kalian),” (Diriwayatkan Ahmad dengan sanad yang baik).

7. Tidak berlebih-lebihan dalam makanan, minuman dan hiburan yang diperbolehkan. Karena Anas bin Malik RA berkata, “Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, orang-orang Madinah mempunyai dua hari di mana mereka bermain-main di kedua hari tersebut, kemudian beliau bersabda, ‘Allah Ta’ala telah mengganti dua hari kalian dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari Idul Fitri dan Idul Adha’,” (Diriwayatkan An-Nasa’i, Abu Daud dan Ahmad. Hadis ini shahih).

Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar RA yang telah membentak dua budak wanita yang masih kecil mendendangkan syair di rumah Aisyah pada hari raya, “Hai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum mempunyai hari raya, dan hari ini adalah hari raya kita,” (Diriwayatkan An-Nasa’i).

Demikian mengenai etika sebelum dan sesudah salat Idul Fitri yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Semoga informasi di atas bermanfaat. (Islampos.com/Nanik)