oleh

Istri Salihah Pintar Jaga Rahasia Suami

PortalMadura.Com – Membicarakan kekurangan orang lain tidak hanya terjadi di zaman modern seperti sekarang ini, namun sejak dahulu pun sudah memang kerap terjadi.

Selain antar teman, tetangga, kerabat atau pun keluarga, tidak sedikit beberapa orang yang juga mengumbar aib suaminya sendiri di depan orang lain. Di antara berbagai alasan mereka mengumbarnya, salah satunya kemungkinan besar karena merasa ada yang kurang atau kesal pada suami sendiri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna. Apalagi seorang suami yang hanya merupakan manusia biasa. Tentu ada saja celah dalam setiap tingkah lakunya. Sebagai seorang istri, jangan sampai keegoan mengantarkan untuk mengumbar kekurangan suami.

Seharusnya, orang yang paling dekat dengan suami dan yang paling tahu pribadinya, sepantasnya menjadi tempat rahasia suami, bukan malah sebaliknya. Sebab, mengumbar rahasia merupakan perbuatan yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun.

Dilansir PortalMadura.Com, Kamis (12/9/2019) dari laman Islampos.com, apabila hal itu tetap dilakukan sang istri, maka tentunya menjadi bahaya dan sekaligus dosa besar bagi istri.

Kejadian ini pernah terjadi di zaman Rasulullah, di mana salah seorang istri Rasulullah menyebarkan satu rahasia beliau, maka kemudian datang hukuman keras, Rasulullah pun bersumpah untuk tidak mendekati istri tersebut selama satu bulan penuh.

Sehubungan dengan itu, Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat-Nya berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya suatu peristiwa. Maka tatkala si istri menceritakan peristiwa itu (kepada yang lain), dan Allah memberitahukan hal itu kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepada beliau) dan menyembunyikan sebagian yang lain” (At Tahriim: 3).

Loading...

Selain itu, ada kisah dari Nabi Ibrahim yang berkaitan dengan menjaga aib suami, berikut kisahnya;

Suatu ketika Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam mengunjungi putranya Ismail, namun beliau tidak mejumpainya. Maka beliau tanyakan kepada istri putranya, wanita itu menjawab: “Dia keluar mencari nafkah untuk kami.” Kemudian Ibrahim bertanya lagi tentang kehidupan dan keadaan mereka. Wanita itu menjawab dengan mengeluh kepada Ibrahim: “Kami adalah manusia, kami dalam kesempitan dan kesulitan”. Ibrahim ‘Alaihis Salam berkata: “Jika datang suamimu, sampaikanlah salamku padanya dan katakanlah kepadanya agar ia mengganti ambang pintunya”. Maka ketika Ismail datang, istrinya menceritakan apa yang terjadi. Mendengar hal itu, Ismail berkata: “Itu ayahku, dan ia memerintahkan aku untuk menceraikanmu. Kembalilah kepada keluargamu” Maka Ismail menceraikan istrinya (Riwayat Bukhari).

Ibrahim ‘Alaihis Salam memandang bahwa wanita yang membuka rahasia suaminya dan mengeluhkan suaminya dengan kesialan, tidak pantas untuk menjadi istri Nabi maka beliau memerintahkan putranya untuk menceraikan istrinya.

Baca Juga : 7 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Istri Pada Suami

Intinya, sesulit apapun keadaan atau kehidupan yang dijalani dalam keluarga, sepantasnya istri tidak menceritakannya pada orang lain. Karena aib keluarga menjadi rahasia pribadi yang harus disimpan bukan diumbar. Bukan tidak mungkin jika keluhan yang diceritkan itu akan berdampak pada Anda dan keluarga sendiri. Wallahu A’lam.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : islampos.com

Komentar