oleh

Jangan Paksa, Ini 3 Cara Bujuk Anak Agar Tak Malas Sarapan Pagi

PortalMadura.Com – Bagi sebagian orang tua, sarapan pagi menjadi sesuatu hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Selain mengisi perut yang kosong sarapan juga baik bagi kesehatan tubuh. Tapi, ketika menghadapi anak yang malas untuk makan pagi, banyak orang tua yang merasa kesal.

Bagaimana tidak, ketika makanan sudah disiapkan namun si kecil malah ogah-ogahan, pasti banyak dari Anda akan marah. Tapi tunggu dulu, Anda jangan buru-buru marah. Yang baik itu, tarik napas dalam-dalam dan bujuk anak makan dengan cara jitu berikut ini:

Jangan Dipaksa
Meskipun anak malas sarapan, jangan pernah sekali-kali memaksanya makan jika memang ia tidak ingin. Hal ini diungkapkan oleh Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, selaku dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik, yang ditemui tim Hello Sehat di fX Sudirman, Jakarta Pusat.

“Buatlah anak merasa nyaman saat sarapan. Kalau dipaksa, yang ada si kecil malah jadi stres dan tambah malas makan,” ungkapnya.

Dr. Lanang kembali melanjutkan bahwa orang tua boleh mengatur menu sarapan untuk anak, tapi biarkan anak mengambil makanannya sendiri. Entah makan langsung banyak atau sedikit demi sedikit, yang penting bukan dengan cara dipaksa.

Baca Juga : Anak Susah Sarapan Pagi? Mungkin Ini Penyebabnya!

Namun, ini bukan berarti Anda boleh membiarkan anak makan sambil bermain, menonton TV, atau berlarian, ya. Distraksi atau gangguan semacam ini hanya akan membuat anak lebih fokus pada aktivitas lainnya, bukan menghabiskan makanannya.

Yang terpenting adalah pastikan anak merasa nyaman saat sarapan. Misalnya dengan menemani anak menghabiskan sarapannya, menyiapkan menu sarapan yang menarik, dan sebagainya. Semakin anak merasa nyaman, maka lambat laun si kecil akan terbiasa untuk sarapan dengan keinginannya sendiri.

Berikan Contoh yang Baik
Coba ingat-ingat lagi, apakah selama ini Anda sudah rajin sarapan setiap hari?. Kalau belum, maka jangan heran kalau anak malas sarapan juga, sama seperti Anda.

Perlu dicatat bahwa anak adalah peniru ulung. Ya, anak pasti mengikuti perilaku orang tuanya. Kalau Anda ingin si kecil rajin sarapan, maka Anda pun juga tidak boleh melewatkan sarapan setiap pagi.

Baca Juga : Awas, Ini Bahayanya Jika Anak-Anak Sering Tidak Sarapan

Loading...

Hal ini diungkapkan oleh dr. Raissa E. Djuanda, M. Gizi, Sp. GK, selaku dokter spesialis gizi klinik. “Orang tuanya harus kasih contoh. Kalau anaknya saja yang dipaksa, anak akan berpikir, kok, saya (anak) sendiri yang makan tapi orang tua saya tidak. Jadi, peran orang tua juga sangat penting,” ungkap dr. Raissa.

Oleh karena itu, nikmati sarapan Anda bersama si kecil setiap hari. Ketika anak melihat Anda sarapan, maka ia akan belajar dan paham bahwa sarapan itu penting bagi kesehatan. Tanpa disadari, hal ini juga bisa mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Sajikan Menu Sarapan yang Menarik
Jangan patah semangat dulu kalau anak malas sarapan setiap hari. Coba sajikan menu sarapan yang menarik supaya anak mau sarapan.

Berikan makanan kesukaan anak, entah itu telur ceplok atau dadar, ayam goreng, sayur bayam, dan sebagainya. Kreasikan makanannya dengan bentuk yang menarik, misalnya mengubah bentuk nasi menjadi bola-bola atau kepala boneka, telur dadar sebagai selimut, dan sayur brokoli sebagai rambutnya.

Berikan menu sarapan yang berbeda-beda setiap hari supaya anak tidak cepat bosan. Kalau hari ini Anda sudah memberikan telur dadar sebagai sumber proteinnya, maka ganti dengan ayam goreng untuk menu sarapan besok.

Baca Juga : Resep Ketan Kuning Gulung Daging untuk Sarapan Pagi, Maknyus

“Untuk anak usia 2 tahun ke atas, setidaknya harus ada 3 sumber protein dalam menu sarapan anak. Misalnya telur, ikan, dan kacang dalam satu piring. Protein hewani harus selalu ada. Sebab, kandungan makro dan mikronya cenderung lengkap. Tapi kalau bisa lebih banyak, lebih bagus,” ungkap Dr. Lanang.

Kalau Anda tidak sempat menyiapkan sarapan untuk anak, baik karena bangun kesiangan atau buru-buru ke kantor, Anda juga bisa membuat menu sarapan yang mudah dan praktis. Contohnya roti panggang isi telur, sereal, dan sebagainya.

Dr. Raissa punya trik khusus bagi para orang tua yang tidak sempat menyiapkan sarapan untuk anak. “Bisa juga dengan membawakan bekal untuk anak, misalnya buah dan susu. Kalau nggak sempat makan di rumah, bekal ini juga bisa dimakan di kendaraan atau sambil menunggu bel sekolah. Yang penting jangan sampai sarapan terlewatkan,” saran dr. Raissa.

Nah, jadi tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk menyerah saat anak malas sarapan. Dengan membiasakan anak sarapan setiap hari, anak dapat mengawali hari dengan semangat, penuh energi, dan akhirnya berprestasi di sekolah.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : hellosehat.com

Komentar