Japan Credit Rating Perbaiki Peringkat Utang Indonesia

Japan Credit Rating perbaiki peringkat utang Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ( Mahendra Moonstar - Anadolu Ajansı )
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jakarta – Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stable menjadi Positive, sekaligus mengafirmasi rating pada BBB (Investment Grade) pada Jumat lalu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyambut baik perbaikan outlook peringkat Indonesia tersebut.

Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan yang ditempuh secara konsisten dan tersinergi oleh Bank Indonesia, Pemerintah, dan berbagai pemangku kebijakan yang lain sudah tepat sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap ketahanan dan prospek perekonomian Indonesia ke depan.

Perry mengatakan dalam keterangan resmi, Jumat, bahwa rating Indonesia mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang solid ditopang oleh konsumsi domestik, level defisit anggaran dan utang pemerintah yang terjaga, resiliensi terhadap gejolak eksternal yang didukung oleh kebijakan nilai tukar fleksibel dan akumulasi cadangan devisa.

“Terdapat beberapa faktor yang mendukung perbaikan outlook dari Sovereign Credit Rating Indonesia,” jelas Perry.

Faktor pertama adalah Pemerintah Republik Indonesia dinilai berhasil merumuskan rencana pembangunan infrastruktur dalam skala besar dan secara kuat diarahkan untuk mengatasi kebutuhan infrastruktur yang menjadi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi.

“Rencana tersebut terus berjalan dengan perkembangan yang melebihi ekspektasi JCR dan landasan ekonomi semakin diperkuat untuk mengakselerasi pertumbuhan dalam jangka menengah panjang,” jelas Perry. dilaporkan Anadolu Agency, Minggu (28/4/2019)

Faktor kedua adalah Pemerintah Republik Indonesia juga dinilai berhasil meningkatkan anggaran untuk infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia serta membatasi defisit anggaran dengan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Faktor ketiga adalah adanya kemungkinan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui keberlanjutan inisiatif reformasi,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Bank Indonesia juga dinilai telah meningkatkan kemampuan respon kebijakannya.

Bauran kebijakan yang terdiri dari peningkatan suku bunga kebijakan secara kumulatif sebesar 175 bps sejak Mei 2018 dan relaksasi kebijakan makroprudensial telah memungkinkan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas eksternal.

“Selanjutnya, JCR meyakini bahwa Pemerintah Republik Indonesia akan menjaga disiplin fiskal dalam mendorong konsolidasi fiskal,” lanjut Perry.

Menurut dia, Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk menjaga rasio defisit anggaran pada kisaran 1,5 persen dari PDB dan menurunkan rasio utang pemerintah terhadap PDB dari 29,8 persen pada 2018 menjadi 26-27 persen pada Tahun 2022.

Selain itu, Perry mengatakan kondisi sektor perbankan masih tetap sehat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit bermasalah (NPL) di akhir 2018, masing-masing sebesar 23 persen dan 2,4 persen.

“JCR sebelumnya meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB-/outlook positif menjadi BBB/outlook stabil pada pada 8 Februari 2018,” pungkas Perry.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.