oleh

Kenali 10 Ciri Suami yang Tak Hargai Istri

PortalMadura.Com – Manusia diciptakan berpasang-pasangan, ada laki-laki dan perempuan. Dua makhluk beda jenis ini tidak bisa dipisahkan untuk membangun peradaban dan melahirkan generasi baru. Sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik diantara keduanya. Wanita merupakan makhluk yang lemah, sudah sewajarnya laki-laki yang melindungi.

Perempuan yang baik dikatakan di salah satu hadits yaitu yang shalihah, namun di sisi lain dijelaskan pula bahwa laki-laki yang baik ialah yang bisa memperlakukan istrinya (wanita) dengan baik. Sebagaimana yang terdapat dalam sebuah hadis: “Yang terbaik di antara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang terbaik terhadap istriku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari sini saja kita sudah bisa memahami bahwa Allah itu Maha adil. Laki-laki diciptakan bukan untuk menyiksa wanita atau sebaliknya. Namun seringkali, di dunia nyata masih ada laki-laki (suami) tidak bisa memperlakukan istrinya dengan baik. Apapun alasannya, hal tersebut tidak bisa dibenarkan. Bukankah ibunya juga wanita. Apakah yang bersangkutan mau jika ibunya atau saudara perempuannya atau anak perempuannya diperlakukan tidak manusiawi seperti dia memperlakukan istrinya?.

Nah, ini beberapa tanda seorang suami tidak memperlakukan istrinya dengan baik. Apa saja?. Berikut ulasannya:

Merasa “Laki-laki”
Merasa superior hanya karena dia laki-laki. Padahal tidak seorang pun tahu akan lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Yang itu artinya, siapa pun tidak berhak merasa sombong. Semuanya karena Allah.

Loading...

Tidak Memberi Nafkah Padahal Mampu
“Hak-hak wanita atas kalian (para suami) ialah memberi nafkah, menyediakan sandang dengan cara yang baik.” (HR Abu Dawud)

Kaum laki-laki itu merupakan pemimpin bagi kaum wanita karena Allah melebihkan sebagian mereka(laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Annisa: 34)

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (Ath-Thalaq: 7)

Kewajiban suami memberi nafkah keluarga SESUAI KEMAMPUAN adalah WAJIB. Jika dalam kondisi pas-pasan saja laki-laki harus bertanggung jawab menafkahi keluarga, apalagi kalau berlebih. Maka, suami yang tidak mau memberi nafkah padahal mampu bukanlah suami yang menghargai istrinya lebih-lebih dirinya sendiri. Na’udzubillah.

Membandingkan Istrinya dengan Istri Orang Lain atau Mantannya

Halaman: 1 2 3


whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar