oleh

Ladies, Ini 5 Dampak Buruk Aborsi dan Cara Mengatasinya

PortalMadura.Com – Kodrat seorang wanita yaitu menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya kelak. Oleh karena itu hampir semua istri akan merasa bahagia saat mengetahui di rahimnya ada janin. Namun, ada sebagian lagi wanita yang mengaborsi dengan mengeluarkan paksa janin dirahimnya disebabkan kedaruratan atau tindakan ilegal bahkan melanggar agama.

Melakukan aborsi melanggar hukum, selain itu ada banyak dampak buruk yang akan dirasakan wanita setelah melakukan hal itu. Lantas efek buruk apa saja yang dialami wanita yang melakukn aborsi?

Berikut penjelasan cara mengatasinya:

Depresi
Mirip dengan postpartum blues, sindrom pasca-aborsi dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan depresi. Untuk mengatasi situasi ini, disarankan istirahat cukup. Jika perasaan putus asa dan kesuraman sepertinya tidak meninggalkan Anda, hubungi psikolog atau orang terdekat yang dapat membantu meredakan kecemasaan.

Baca Juga: Selipkan Sabu di Helm, Pengecer Diringkus Polisi Sumenep

Nyeri Ekstrim
Sebelum pengangkatan embrio, rahim membesar dan kembali ke ukuran normal setelah aborsi. Proses ini kadang-kadang menghasilkan kram yang menyakitkan pada wanita. Banyak wanita mengalami kram ekstrem pada hari ketiga dan keempat setelah aborsi dan cenderung melewati gumpalan darah.

Loading...

Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, minum air hangat dan menempatkan bantal pemanas dapat membantu meringankan rasa sakit. Jika rasa sakit masih berlanjut dan Anda terus mengeluarkan gumpalan darah, cari bantuan medis karena ada kemungkinan beberapa bagian janin tertinggal di dalam rahim Anda. Kondisi ini dikenal sebagai aborsi tidak lengkap.

Pendarahan Berat
Setelah aborsi, seorang wanita dapat mengalami pendarahan ringan hingga berat, keputihan kecoklatan dan gumpalan darah. Beberapa mungkin mengalami pendarahan hebat yang dapat berlangsung selama 3-4 minggu.

Jika pendarahan membuat Anda mengganti pembalut setiap 2 atau 3 jam dan mengakibatkan datangnya rasa pusing, itu tentu bukan pola yang normal. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter karena kemungkinan rahim Anda terluka.

Demam
Jika tepat setelah aborsi Anda mendapati suhu tubuh meningkat, maka itu menjadi cara tubuh memberi tahu telah terjadi infeksi. Jangan sekali-kali Anda mengabaikan tanda-tanda keputihan, sakit perut dan demam. Temui dokter untuk menghindari komplikasi kesehatan lebih lanjut.

Infeksi
Post aborsi medis atau bedah infeksi serius juga dapat muncul. Paparan bakteri melalui vagina dengan bercinta terlalu cepat atau aborsi yang tidak lengkap dapat menyebabkan infeksi yang menyakitkan. Ini karena setelah aborsi serviks Anda mungkin tetap terbuka selama beberapa hari yang membuatnya mudah untuk tertular infeksi saluran kemih. Infeksi ini dapat muncul karena keputihan, demam, dan nyeri panggul yang berbau tajam. Infeksi yang tidak diobati juga dapat menyebabkan penyakit radang panggul.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: okezone.com
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar