oleh

Lamaran Ditolak, Pemuda Giliyang Diduga Nekat C4buli Siswi, Nasibnya Berakhir Seperti Ini

PortalMadura.Com, Sumenep – Pelaku dugaan penc4bulan berinisial KU akhirnya keok di tangan polisi Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pemuda asal Pulau Giliyang itu, diduga kuat sebagai pelaku penc4bulan terhadap seorang siswi di salah satu sekolah Pulau Giliyang, Sumenep, berinisial RM (14).

Loading...

“Informasi yang saya terima dari aparat kepolisian, tersangka sudah diamankan kemarin,” terang kuasa hukum korban, Kamarullah, pada PortalMadura.Com, Jumat (22/3/2019).

Sumber lain menyebutkan, tersangka KU nekat memperkos4 korban dengan cara masuk ke rumah nenek korban pada malam hari.

Kala itu, korban sedang bermalam di rumah neneknya di Pulau Giliyang. Saat kejadian, pelaku memaksa masuk rumah dan menghabisi masa depan korban.

Aksi nekat itu dilakukan diduga karena lamarannya ditolak oleh korban yang masih berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya ke pendidikan SMA.

Sedangkan pelaku sendiri berstatus pemuda pengangguran di desanya dan hanya lulusan sekolah menengah pertama.

Korban sempat shock sejak peristiwa itu dialami pada pukul 01.00 WIB, tanggal 20 Juli 2018.

Bahkan, untuk pemulihan kondisi korban dan lepas dari ancaman pelaku, korban harus dititipkan di salah satu pondok pesantren di Sumenep.

Baca Juga : 7 Bulan Kasus Dugaan Pemerkosaan Ngendap, Keluarga Korban Luruk Polres Sumenep

Peristiwa itu memicu amarah orang tua korban hingga melaporkan dugaan tindak pidana pemerkos4an pada Polres Sumenep, 21 Agustus 2018.

Selama 7 bulan lebih, orang tua korban menunggu perkembangan hasil laporannya. Segala cara dilakukan untuk mendapatkan keadilan hukum.

Kuasa hukum korban, Kamarullah berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. “Kasus ini harus tuntas. Keluarga korban sudah tujuh bulan menunggu kepastian hukum,” katanya.

Sementara, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Moh. Heri mengaku belum mendapatkan informasi detail soal penangkapan tersangka.

“Saya masi belum dapat laporan dari Satreskrim,” via WhatsApp.

Penulis : Putri Kuzaifah
Editor : Hartono

Komentar