oleh

Mahasiswa Sebar Uang Mainan, Tuding Pemkab Sumenep Main Mata dengan Pengusaha Tambak Udang

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Pemuda Pemerhati Masyarakat (BPPM) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati setempat, Jumat (22/3/2019).

Mereka menuntut ketegasan dari Pemerintah Daerah dalam penutupan tambak udang ilegal. Selain berorasi, mereka juga membagi-bagikan uang mainan pecahan 5 ribu hingga 100 ribuan.

Loading...

“Kedatangan kami ke sini untuk mempertanyakan keseriusan pemerintah untuk melakukan penutupan tambak udang ilegal di Kecamatan Bluto,” kata koordinator aksi, Abd Mahmud.

Penyebaran uang mainan sebagai bentuk protes terhadap sikap pemerintah yang terkesan bisa disogok dalam kasus tambak udang ilegal tersebut. Sebab, persoalan itu sudah lama menggelinding di publik tapi tidak ada sikap yang tegas dari pemerintah.

“Jangan-jangan ada main mata antara pemerintah dengan pengelola tambak. Kenapa sampai sekarang tidak ditutup,” tegasnya.

Usai menyampaikan aspirasinya, mereka membubarkan diri dengan tertib. Sebab, tidak ada perwakilan dari pemerintah yang menemuinya guna menjawab tudingan para aktivis tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman mengatakan, terkait dengan penutupan tambak udang tersebut bukan kewenangan daerah. Sebab, areal tambak udang itu merupakan hasil reklamasi pantai.

“Tambak udang di Bluto itu memang tidak ada izinnya. Tapi, untuk melakukan penutupan merupakan kewenangan Provinsi, karena reklamasi pantai itu kewenangan Provinsi Jatim,” jawab Fajar.

Alumni Uinsa Surabaya itu menegaskan, tambak udang tersebut sudah tidak ada aktifitas. Karena, beberapa waktu lalu, telah dilakukan rapat koordinasi antar berbagai pihak terkait, termasuk pengelola tambak udang tersebut.

Baca Juga : Lamaran Ditolak, Pemuda Giliyang Diduga Nekat C4buli Siswi, Nasibnya Berakhir Seperti Ini

“Di lokasi tambak udang yang luasnya sekitar lima hektare itu sudah tidak ada aktifitas. Pengelola telah menghentikan aktifitasnya,” tukasnya.

Penulis : Samsul Arifin
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar