oleh

MH Said Abdullah: Indonesia aman karena ada pondasi faham Aswaja

PortalMadura.Com, Sumenep – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura, MH Said Abdullah menyampaikan, warga muslim Indonesia sepatutnya dan sudah sangat wajib bersyukur dengan kondisi negara aman dan nyaman.

“Kita di sini bisa mendapatkan Iman dan aman. Muslim timur tengah hanya bisa mendapatkan Iman tapi tidak aman. Orang barat mendapatkan aman belum tentu mendapatkan Iman,” ujarnya di Sumenep saat reses, di Desa/Kecamatan Dungkek, Sumenep, Kamis (25/7/2019).

Kondisi tersebut karena warga muslim Indonesia, khususnya di Madura sudah memiliki pondasi paham yang kuat yaitu Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Ini paham yang menyelamatkan Indonesia aman karena ada pondasi Aswaja. Maka Iman dan aman kita sama-sama mendapatkan,” kembali menegaskan.

Baca Juga : Pilkada Sumenep, Achmad Fauzi Pastikan Maju Sebagai Calon Bupati 2020

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut-ikutan memfitnah dan menyebarkan berita bohong (hoaks). Berbagai paham mudah didapat melalui handphone.

“Tapi kita jangan menjadi ahlul ta’ genah (Madura, ahli gak benar),” katanya.

Keamanan desa dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Beda pilihan dalam sebuah demokrasi jangan dijadikan alasan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

“Rasa aman masyarakat itu jangan sampai terganggu karena kita sama-sama paham Aswaja. Seandainya tidak ada pondasi paham Aswaja bisa saja terjadi perang saudara,” tandas pria kelahiran Sumenep ini.

Serap Aspirasi

Pada momentum serap aspirasi (reses), di Desa/Kecamatan Dungkek, Sumenep, MH. Said Abdullah, banyak dicurhati warga tentang kondisi nelayan dan pendidikan di daerah.

Bang Said, sapaan akrab MH. Said Abdullah menjelaskan, saat ini pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Loading...

Sejatinya, pendidikan di kota-kota besar dan di daerah tidak ada yang beda. Sebab, upaya peningkatan SDM terus digenjot dan tidak ada perbedaan daerah dan pusat.

“Coba lah cek DAK pendidikan, baik fisik maupun non fisik. Setiap tahun rata-rata naik 17 persen,” terangnya.

Ia yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mengungkapkan, seiring dengan meningkatnya Dana Alokasi Khusus (DAK) ke daerah-daerah, maka tugas selanjutnya bagaimana para bupati itu menyelaraskan dengan keinginan pemerintah pusat.

“Kalau ada bupati yang visi-misinya tidak sama, kan menjadi problem. Ke depan, ya harus sama, sehingga peningkatan kualitas pendidikan itu sama,” jelasnya.

Ia mencontohkan, keseriusan pemerintah pusat dalam peningkatan SDM salah satunya adalah melalui pendidikan dan pelatihan. “Saat ini pemerintah menyediakan banyak beasiswa. Untuk S1 sekitar 120 ribu orang. Sedangkan beasiswa S2 dan S3 lewat LPDP hampir 400 ribu,” sebutnya.

Bahkan, pemerintah sudah menjamin dengan kebutuhan hidup mereka. “Beasiswanya termasuk jaduk. Istilahnya kebutuhan hidupnya pun ditanggung. Silakan kalau mau mendaftar,” tandasnya.

Di hari yang sama, MH Said Abdullah, melaksanakan serap aspirasi di Desa Candi, Kecamatan Dungkek, Sumenep.

Salurkan Bantuan

MH Said Abdullah menyalurkan bantuan bagi warga Desa/Kecamatan Dungkek, Sumenep (Foto. Hartono)

Pada kesempatan reses tahun 2019, MH Said Abdullah, juga menyalurkan bantuan terhadap pengelola pendidikan SMP dan PAUD di wilayah Kecamatan Dungkek, Sumenep.

Sarana olahraga dan ibu nelayan serta PKK Desa Dungkek juga menjadi sasaran penerima bantuan MH Said Abdullah bernilai cukup besar.

Penyerahan bantuan diberikan langsung di lokasi reses dan dibantu oleh Kepala Desa Dungkek, Jumahri, selaku tuan rumah.(*)


Penulis : Hartono
Editor : Putri Kuzaifah
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar