oleh

Mimisan Bisa Jadi Tanda 5 Penyakit Ini

PortalMadura.Com – Masalah kesehatan yang ditandai dengan adanya perdarahan dari hidung yaitu mimisan. Hal ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah di dalam hidung dan bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Penyebabnya beragam mulai dari yang ringan hingga serius.

Umumnya, mimisan dapat berhenti dengan sendirinya tanpa perlu melakukan perawatan medis yang cukup serius. Namun, pada kondisi mimisan yang terlalu sering atau berkepanjangan, maka penderitanya perlu waspada. Pasalnya, mimisan yang kamu Anda alami ini bisa saja merupakan salah satu gejala dari adanya penyakit yang berbahaya.

Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Minggu (13/10/2019) dari laman liputan6.com yang mengutip dari berbagai sumber. Berikut beberapa penyakit yang ditandai dengan mimisan:

Kanker Darah atau Leukemia

Penyakit leukemia atau yang biasa dikenal dengan kanker darah, merupakan penyakit yang menyerang sel-sel darah putih (leukosit) di dalam tubuh. Penyakit ini menyerang sumsum tulang yang menimbulkan produksi sel-sel darah putih secara abnormal.

Penderita leukemia biasanya mengalami gejala seperti mudah lelah, lemah, pusing, sakit kepala, sesak napas, kulit pucat, mudah terkena berbagai infeksi, demam, mudah memar atau berdarah, mudah mimisan, gusi rentan berdarah, pembengkakan, dan nyeri sendi.

Ada beberapa komplikasi yang biasa terjadi pada penderita leukemia. Komplikasi yang terjadi ini berhubungan dengan menurunnya fungsi sel darah putih di dalam tubuh penderita leukemia, di antaranya infeksi berat (sepsis).

Tidak hanya itu, apabila fungsi trombosit menurun, juga dapat terjadi pendarahan di berbagai area tubuh, seperti otak, paru, dan pencernaan. Pada komplikasi infeksi yang berat dan perdarahan pada leukemia dapat mengancam nyawa penderitanya.

Hemofilia

Hemofilia merupakan penyakit yang disebabkan karena tubuh kekurangan protein. Ya, protein sangat dibutuhkan dalam proses pembekuan darah apabila terjadi perdarahan sehingga sering disebut juga sebagai faktor pembekuan.

Pada keadaan normal, protein yang menjadi faktor pembeku darah akan membentuk jaring penahan di sekitar sel darah, sehingga ketika mimisan terjadi darah akan membeku dengan cepat dan perdarahan pun berhenti.

Tetapi, pada penderita hemophilia, kekurangan protein ini bisa mengakibatkan perdarahan berkepanjangan. Penderita hemofilia yang sedikit kekurangan protein pembeku darah, biasanya akan mengalami perdarahan karena terbentur atau iritasi. Penderita yang banyak kekurangan protein pembeku darah, biasanya akan mengalami perdarahan spontan tanpa penyebab.

Baca Juga: DPRD Sampang Pantau Tambak Udang Diduga Tanpa Izin

Loading...

Polip Hidung

Mimisan yang terjadi secara terus-menerus juga bisa menjadi tanda adanya penyakit polip hidung. Penyakit ini merupakan pertumbuhan jaringan pada dinding dalam rongga hidung. Jaringan ini sifatnya lunak, tidak sakit, dan bukan kanker.

Bentuk dari polip ini menggantung menyerupai tetesan air mata. Hingga kini masih belum diketahui secara jelas apa penyebab penyakit polip hidung. Namun, polip hidung dikaitkan dengan proses peradangan kronis di hidung.

Gejala umum yang biasa dirasakan oleh penderita polip hidung yaitu hidung tersumbat, hidung berair, indera penciuman dan perasa menjadi berkurang, mimisan, mendengkur saat tidur, dan akumulasi lendir di tenggorokan.

Nah, apabila gejala ini tidak segera ditangani, maka polip hidung dapat menimbulkan komplikasi yang bisa mengancam jiwa, yaitu akan menyumbat jalan napas ketika tidur.

Koarktasio Aorta

Penyakit yang ditandai dengan mimisan yang berkepanjangan selanjutnya yaitu koarktasio aorta. Ini merupakan penyakit kelainan jantung bawaan yang terjadi pada bagian pembuluh darah besar yang keluar dari jantung, yaitu aorta. Kelainan ini menimbulkan penyempitan pada aorta.

Penyempitan bisa terjadi pada satu lokasi atau lebih di sepanjang aorta. Hal ini membuat aliran darah yang keluar dari jantung menuju seluruh peredaran darah tubuh menjadi terhambat. Kondisi inilah yang membuat otot ventrikel kiri jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah keluar dari jantung. Apabila dibiarkan, kondisi ini akan berpotensi memicu gagal jantung.

Gejala yang terjadi pada penyakit ini bergantung pada parahnya penyempitan pada aorta. Pada bayi baru lahir, umumnya tidak menunjukkan gejala. Kalaupun ada, gejala yang ditunjukkan seperti sesak napas, kesulitan menerima makanan, berkeringat banyak, tekanan darah tinggi, hingga gagal jantung.

Sementara penderitanya anak yang lebih besar dan orang dewasa, koarktasio aorta dapat menimbulkan gejala seperti tangan dan kaki teraba dingin, mimisan, nyeri dada, nyeri kepala, sesak napas, tekanan darah tinggi, pusing, hingga pingsan.

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan pembekuan darah. Pada ITP, sistem kekebalan tubuh berlaku salah dengan menghancurkan trombosit tubuh sendiri. Padahal, trombosit dibutuhkan untuk proses pembekuan darah. Penderita ITP mudah mengalami perdarahan atau memar secara berlebihan.

Gejala penyakit ITP yang biasa dirasakan yaitu mudah memar secara berlebihan, perdarahan sulit berhenti, bintik-bintik merah keunguan di bawah kulit, mimisan, urine atau tinja berdarah, gusi mudah berdarah, dan perdarahan menstruasi secara berlebihan. Komplikasi dari ITP yang mengancam jiwa ialah ketika perdarahan sudah terjadi di otak.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: liputan6.com

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar