oleh

Modus Penipuan Investasi Dari Luar Negeri, Uang Rp64 Juta Melayang

PAMEKASAN (PortalMadura) – Seiring dengan canggihnya teknologi saat ini, ternyata berbanding lurus dengan canggihnya berbagai modus penipuan yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Salah satu penipuan itu melalui jejaring sosial Fecebook (FB). Kepada PortalMadura, sebut saja Jelita (31), warga Pamekasan, Jawa Timur, mengaku telah ditipu oleh Chris Gunn, WNA yang mengaku asal Amerika.

“Awalnya dia inbox ke FB saya dengan perkenalan biasa, mengaku duda anak satu bernama Nelson,” kata Jelita, Kamis (24/10/2013).

Menurutnya, setelah hampir satu bulan berkomunikasi intens via inbox FB, Chris Gunn menawarkan kerjasama investasi karena memiliki harta yang cukup banyak, dalam bentuk dollar Amerika, tetapi harta itu berada di Syiria yang ada dalam bentuk paketan atau kotak.

“Chris Gunn bilang paket (yang berisi dollar) itu tidak bisa dibawa ke Amerika makanya akan di investasikan ke Indonesia, dan saya diminta untuk mengelolanya. Dengan catatan tidak boleh ada yang tahu soal itu,” tuturnya.

Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya ini menjelaskan, dirinya tidak curiga sedikitpun karena bicaranya sangat meyakinkan dan paket itu dikabarkan telah dikirim melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, dengan kurir bernama Richard Edward Nomor HandPhone-nya 08567402238.

Sebelum paket itu dikirim, cerita Jelita, Chris Gunn mengirim bukti bill dengan jenis paketan exsecutif diplomat dengn biaya yag telah dikeluarkan disana $17.000 untuk biaya paketnya, dan pelaku meminta untuk Jelita supaya membantu biaya yg di Indonesia karena setiap ada barang masuk ke bandara ada premi. Sehingga mengelabui korban semakin mantap percaya.

“Dan beberapa hari dari itu, ada telpon masuk ke saya dengan nommor 087782738655 mengaku bernama Diana petugas Bea Cukai Bandara, dan mengabarkan paket itu sudah sampai di bandara,” ceritanya.

Loading...

Namun, lanjut Jelita, yang mengaku petugas bea cukai itu meminta uang Rp14 juta dengan alasan paket itu dikenakan pajak sebesar itu. Tanpa pikir panjang korban langsung transfer ke Bank Danamon atas nama Ferreira Silva Ozandy dengan Nomor Rekening 3541985309.

“Dan tak berselang lama, Diana itu telpon lagi meminta sertifikat parcel itu agar bisa dikeluarkan dari bea cukai bandara dan dikirim ke rumah saya. Karena saya tidak punya sertifikat itu, Diana minta uang lagi Rp75 juta agar dibuatkan sertifikat anti teroris, demi lancarnya pengiriman paket itu,” jelasnya.

Korban ternyata masih percaya bahwa paket itu benar-benar ada, sehingga tanpa pikir panjang korban trasfer uang lagi ke rekening yang sama sejumlah Rp50 juta. Sehingga total transfer selama dua kali itu mencapai Rp64 juta.

Korban mengaku terus ditelpon untuk segera transfer agar sertifikatnya cepat selesai dan pengiriman paket lancar dan aman. Sehingga korban transfer itu dengan rentang waktu yang cukup singkat. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk berfikir cerdas.

“Kemudian sorenya saya baru sadar bahwa saya telah kena tipu, setalah saya dikasi tau teman dan juga browsing di internet. Mudah-mudahan ada hikmah dibalik musibah ini,” harapnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal serupa, hampir dialami Kafe (45), asal Kecamatan Dongkek, Sumenep. Kepada PortalMadura menyampaikan jika pernah ditelepon seorang perempuan janda asal Amerika Serikat yang mau menghibahkan warisannya di Mesir. Karena barang tersebut tidak bisa langsung dikirim ke Amerika, maka hibah ataupun warisan akan dikirim ke Indonesia.

“Saya hampir tertipu. Karena sempat dimintai sejumlah uang dan jumlahnya cukup besar. Seandainya tidak diingatkan oleh teman-teman uang saya hilang,” ujarnya.(reiza/deny/htn)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar