oleh

Mohamad Arief, Lestarikan Keris dan Senjata Lainnya Lewat Profesi Meranggi

PortalMadura.Com, Bangkalan – Berbicara keris tidak hanya mengagumi keindahan bentuk bilah serta pamor bermotif. Tidak pula pada gagang yang bahannya dapat dibuat dari kayu, tanduk, tulang, serta gading. Sarung keris, dalam bahasa Jawa disebut warangka, juga menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan.

Keris yang bagus selayaknya memiliki warangka yang sepadan. Ini dimaksudkan agar nilai keris tidak berkurang. Warangka yang bagus nilainya bisa disetarakan dengan nilai keris. Namun tidak mudah menemukan pembuat warangka yang mumpuni. Sebutan pembuat warangka adalah meranggi.

Dalam filosofi Jawa, keris (bilah) dan warangka diibaratkan manunggalnya (bersatunya) manusia dengan Sang Pencipta. Bisa juga simbol manunggalnya abdi dengan raja atau rakyat dengan pemimpinnya, dalam balutan suasana kehidupan yang aman, tentram, damai, serta sejahtera.

Loading...

Di Bangkalan, ada puluhan orang yang menekuni pekerjaan sebagai meranggi. Jumlah tersebut tidak hanya di wilayah kota, melainkan tersebar hingga ke sejumlah kecamatan. Kejelian memilih bahan kayu, ketepatan memotong dan membentuk warangka, serta keindahan ukiran yang dibuat menjadi bekal yang harus dipunyai seorang meranggi.

Dari Dusun Ranggujang, Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, nama Mohamad Arief (36) telah dikenal oleh warga sekitar sebagai pembuat sarung keris. Ia bahkan menjadi satu-satunya meranggi di Kecamatan Arosbaya. Meski distribusi warangka buatannya seputar Bangkalan dan Sampang, namun hasil karyanya telah mencapai ratusan.

Arief …


Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar