oleh

Moms, Cegah Anak dari Pedofil dengan 5 Cara Ini

PortalMadura.Com – Kasus pedofilia sudah sering terjadi di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya pelaku yang sudah diamankan pihak kepolisian dan para korban yang meninggal ataupun masih hidup. Sehingga kejadian ini, membuat khawatir semua orang tua yang mempunyai anak balita hingga remaja.

Karena itulah menurut Ernie Allen, presiden National Center for Missing and Exploited Children, orang tua perlu berusaha melindungi anak dari pedofil. National Center for Missing & Exploited Children merupakan perusahaan non-profit di Amerika Serikat yang misinya adalah membantu menemukan anak-anak yang hilang, mengurangi eksploitasi seksual anak, dan mencegah penganiayaan anak.

Nah, berikut 5 cara yang disarankan Allen untuk melindungi anak Anda dari seorang pedofil sebagaimana dilansir oleh PortalMadura.Com, Kamis (29/8/2019) dari laman kumparan.com yang mengutip dari All Pro Dad.

Terlibat Aktif Dalam Kehidupan Anak

Pastikan Anda tahu siapa yang menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda, siapa saja orang dewasa yang rutin berinteraksi dengan mereka atau apa yang mereka lakukan di rumah teman, kerabat maupun tetangga.

Luangkan Waktu untuk Ambil Bagian Dalam Kehidupan Mereka

Pedofil biasanya mencari anak-anak yang tampak selalu sendiri, kesepian atau yang orang tuanya tidak terlalu memperhatikan mereka. Pedofil juga kerap berpartisipasi dalam kegiatan di mana anak-anak berada atau mendekati dengan cara menjadi teman atau sosok orang dewasa yang baik dan penuh perhatian pada mereka.
Inilah mengapa keterlibatan Anda dalam kehidupan anak dapat membantu menciptakan penghalang antara anak-anak Anda dan seorang pedofil.

Waspada: Pedofil Beraksi di Mana Saja dan Kapan Saja

Pahamilah Moms, pedofilia bukan hanya masalah kota besar atau kota kecil. Bukan juga masalah di lingkungan masyarakat kelas bawah ataupun atas. Sebab, seorang pedofil bisa berada dan beraksi di mana saja, kapan saja!

Kenali dan sadarilah orang-orang yang tinggal di sekitar anak Anda, dan amati mereka yang tampaknya memiliki minat yang tidak biasa pada anak-anak. Ini penting, karena tidak ada satu “tampilan umum” untuk menggambarkan seorang pedofil atau pemangsa seksual.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, etnis, suku, agama, perawakan juga penampilan. Meski begitu, biasanya pedofil dikenal baik oleh anak maupun Anda.

Loading...

Baca Juga: Pemotor Bawah Umur Tabrak Lima Pejalan Kaki, Satu Korban Dilarikan ke RS Surabaya

Pastikan Anak Tahu Nama yang Tepat dari Bagian Tubuhnya

Pedofil sering kali menghindar menyebutkan atau memilih menggunakan nama-nama pengganti yang lucu untuk bagian “seksual” dari tubuh anak. Jika anak tahu nama yang tepat untuk bagian-bagian tubuhnya termasuk kelaminnya, itu dapat mencegah serangan seksual padanya.

Jangan lupa, biasakan juga anak menyebutkannya. Biarkan anak menyebut kata ‘kelamin’, ‘penis’ atau ‘vagina’ sama ringannya dengan menyebut kata ‘hidung’, ‘tangan’, atau bagian lain tubuhnya.

Pasalnya, seorang anak yang berpengetahuan dan percaya diri akan menyiratkan kekuatan yang bisa membuat para predator seksual ini ragu mendekati mereka.

Dengarkan Intuisi Anda dan Ajarkan Anak Mendengarkan Intuisi Mereka

Intuisi merupakan sistem pertahanan alami dan sistem ini dirancang untuk melindungi Anda dari bahaya atau situasi berbahaya. Nah Moms, pastikan anak-anak Anda memahami ini.

Anak perlu mengerti bahwa jika ada yang membuat mereka merasa tidak nyaman, mereka harus segera keluar dari situasi itu. Jika mereka merasa tidak yakin untuk melakukan sesuatu, jangan lakukan. Jika mereka tidak ingin pergi dengan orang tertentu, jangan pergi.
Ingatkan anak untuk bersikap berani dan selalu mengutamakan keselamatan terlebih dahulu!

Satu hal lagi yang perlu diingat oleh orang tua: jangan pernah menyalahkan anak yang mengalami pelecehan seksual. Sering kali, pelaku pedofilia akan membuat anak merasa seolah-olah mereka berkontribusi terhadap pelecehan mereka.

Ingat Moms, seorang anak tidak pernah bersalah! Orang dewasalah yang lebih tahu dan harus menerima tanggung jawab penuh atas tindakan mereka.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: kumparan.com
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar