Moms, Ini 5 Cara Efektif Ubah Perilaku Buruk Si Kecil

  • Bagikan
Cara Efektif Ubah Perilaku Buruk Si Kecil
ilustrasi

PortalMadura.Com – Saat anak berbuat salah, sebagian orang tua sangat mudah menyalahkan dan memarahinya. Namun, apakah orang tua berpikir bahwa si kecil mungkin bisa saja merasa tersakiti karenanya?.

Perlu Anda ketahui, seorang anak berperilaku buruk bukan berarti ia buruk. Terkadang, mereka sedang mencari perhatian Anda. Sayangnya, karena dorongan emosi, Anda pun merasa jengkel. Ada pula yang berteriak-teriak marah-marah hingga memukulinya.

Bahkan, tidak sedikit pula orang tua yang kemudian membiarkan anak dengan perilaku buruknya, dengan asumsi nanti jika ia dewasa, akan mengerti dan berubah dengan sendirinya. Inilah salah satu bahayanya jika orang tua tidak peduli. Biar bagaimana pun pendidikan tentang budi pekerti penting untuk ditanamkan sejak kecil. Seperti proses latihan terus-menerus, sehingga ketika anak dewasa, kepribadiannya sudah terbentuk berkat kebiasaan-kebiasaan baik yang telah orang tua tanamkan.

Terkait dengan membentuk kepribadian anak, konsultan parenting di Los Angeles, AS, Bernard Percy, mengatakan: “Jika Anda berfokus pada apa yang anak lakukan, salah, dia akan menolak, yang mengarah pada argumen dan perilaku buruk”.

Lantas, saran apa yang dapat orang tua kembangkan untuk mengatasi perilaku negatif anak dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif?.

Berikut lima cara mengubah perilaku buruk si kecil:

Jangan Bereaksi
Kesalahan yang kerap dilakukan orang tua adalah menanggapi perilaku buruk. Sebagaimana seorang psikolog di Rumah Sakit Anak, Kansas City, Ed Christophersen, Ph.D ., menyarankan, jika ada anak yang merengek meminta sesuatu di toko mainan atau membuat kegaduhan di rumah, sebaiknya Anda berpura-pura tidak melihat atau tidak mendengar.

Tantangannya adalah anak mungkin akan berteriak keras, bahkan kemarahannya naik level menjadi mengamuk, karena tidak berhasil memancing perhatian Anda. Tapi justru inilah kuncinya, ketika Anda berhasil untuk tidak bereaksi, rengekan itu akan kehilangan energi dengan sendirinya.

Bicara Bersama
Saat anak sudah tenang, ajak ia duduk bersama. Kemudian jelaskan mengapa perilakunya salah dan perilaku seperti apa yang Anda harapkan darinya. Mungkin untuk kali pertama, si kecil akan tidak sepenuhnya memahami. Namun, proses ini tetap penting karena mencakup penanaman nilai dan aturan dalam keluarga supaya anak menjadi lebih baik lagi.

Konsisten
Suasana hati kadang memengaruhi sikap Anda pada anak. Ini salah satu yang dapat menimbulkan tidak konsisten dalam menerapkan aturan yang seharusnya dipatuhi tanpa kompromi.

Sekali Anda mengatakan pada anak untuk pergi tidur jam 9 malam, seterusnya akan begitu. Jika anak melihat bentuk pelanggaran dilakukan oleh orang tuanya, jangan heran jika ini terekam sebagai contoh dalam otak anak.

Tidak Instan
Perilaku baik pada anak tidak melibatkan proses yang instan. Diperlukan penanaman nilai-nilai beserta aturan-aturan yang kontinu sejak ia kecil. Maka dari itu, Anda pun jangan pernah bosan untuk mengarahkan anak dengan menunjukkan contoh-contoh perilaku baik yang Anda inginkan agar juga dilakukan anak.

Hindari Kekerasan Fisik
Selain menimbulkan trauma, hukuman fisik juga dapat menghalangi anak untuk berperilaku yang lebih baik. Anda boleh keras, tapi dari segi aturan. Kedisiplinan yang Anda terapkan adalah untuk menunjukkan pada anak mana perilaku baik dan buruk. Bukan justru membuat anak semakin terpuruk karena mendapat hukuman yang membuat si kecil tersakiti. (parenting.co.id/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.