oleh

‘Ngalap’ Berkah, Santri Nahdlatul Wathan Bersih-bersih Pemandian Siding Margo

PortalMadura.Com, Sumenep – Santri MI Nahdlatul Wathan, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur membersihkan taman pemandian Siding Margo di Dusun Kapeng, desa setempat.

Mata air yang masih dipercaya mengandung magis tinggi itu, bernama Sumber Kabbuan. Lokasinya berada di belakang gedung lembaga MI Nahdlatul Wathan, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih.

Pada Jumat legi ini, (2/11/2018), para santri bergotong-royong bersama warga setempat membersihkan sampah yang berserakan. Usai bersih-bersih dilanjutkan dengan Istigasah bersama dalam kemasan ‘Rokat Somber‘.

“Setiap tahun memang ada acara selamatan. Istilahnya, rokat somber,” terang salah seorang dewan guru MI Nahdlatul Wathan, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Abd. Hakim.

Sumber Kabbuan adalah satu-satunya taman yang dijadikan pemandian dan aktivitas lainnya oleh penyebar agama Islam di daerah itu sekitar abat 16.

Baca : Siput Ajaib, Peninggalan Pangeran Siding Margo di Desa Juruan Laok Sumenep

Baca : ‘Telisik’ Kesukaan Siding Margo Juruan Daya Hingga Jadi Jujukan ‘Ngalap’ Berkah

Pesarean atau makam waliyullah tersebut, saat ini dikenal dengan nama Asta Juruan. Lokasinya berada di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Dilingkungan Keraton Sumenep menyebutnya Siding Margo. Artinya, sido ing margo. Mate e gunung (meninggal dunia di gunung).

Warga setempat ada yang menyebut bernama Raden Fatah. Ia adalah saudara dari Pangeran Katandur (Sayyid Ahmad Baidlawi yang makamnya ada di Desa Bangkal, Sumenep) dan merupakan cucu dari Sunan Kudus (Jakfar Sodik bin Sunan Ngudung).

Keduanya adalah putra dari Sayyid Amir Hasan Sunan Pakaos (Panembahan Pakaan) dari 12 bersaudara. Pangeran Katandur merupakan anak yang ke-9 dan Siding Margo (Raden Fatah) sendiri putra yang ke-12.(Hartono)