oleh

Orang Tua, Ini 8 Cara Lindungi Remaja dari Konten Negatif

PortalMadura.Com – Perkembangan teknologi saat ini bisa menjadi salah satu kekhawatiran mayoritas orang tua. Betapa tidak, hanya dengan gawai di tangan anak dapat dengan bebas mengakses berbagai informasi di dunia internet.

Bila informasi itu positif dan bisa mendukung tumbuh kembang anak tentu menjadi tidak masalah. Akan tetapi, bagaimana jika anak mengakses informasi negatif seperti pornografi, kekerasan, narkoba, atau sejenisnya?.

Loading...

Apalagi di era saat ini, rasanya sulit bila orang tua melarang anak memakai gawai, bahkan menjauhkannya. Untuk meminimalisir dampak negatif gawai, pegiat perlindungan anak dari Diena Haryana, memberikan cara bagi orang tua.

Baca Juga: Para Orangtua, Ini 4 Cara Bikin Remaja Manfaatkan Medsos untuk Sarana Dakwah

Berikut ini uraiannya:

1. Prinsip dasar jangan ‘memberikan’ gawai menjadi milik anak. Katakanlah ”ayah meminjamkan gawai ini padamu dengan kesepakatan. Kalau ada hal-hal negatif, gawai ini ayah ambil”. Jadi kalau anak membuka berbagai konten negatif, orang tua berhak mengambil gawai dari anak.

2. Jangan ragu untuk menetapkan aturan bahwa pukul 18.00-21.00 adalah waktu tanpa gawai. Gunakan sebagai waktu bagi keluarga untuk berkumpul, berbincang-bincang, bermain dan belajar.

3. Terapkan aturan, bahwa penggunaan gawai harus di luar kamar dan sebisa mungkin di hadapan orang tua. Larang penggunaan gawai di kamar tidur.

4. Saat menggunakan laptop, usahakan agar posisi layar terlihat oleh semua orang di rumah.

5. Bila di rumah ada WiFi, terapkan aturan bahwa WiFi hanya dinyalakan saat ada orang dewasa yang mengawasi dan harus ada konsistensi dari kesepakatan itu.

6. Pasang aplikasi parental control yang mencakup situs-situs yang diblokir dan pengaturan waktu pemakaian gawai.

7. Orang tua perlu secara rutin memeriksa history atau sejarah penelusuran di gawai. Tegaskan pada anak, bahwa orang tua berhak menentukan hal itu karena gawai itu milik orang tua dan anak hanya meminjamnya.

8. Selalu buka komunikasi dan tidak langsung menuduh anak. Gali informasi apa yang sesungguhnya terjadi. Orang tua harus tegas tetapi santun.

Rewriter : Salimah
Sumber : kompas.com

Komentar