oleh

Pasutri, Haram Lakukan 7 Hal Ini Saat Bercinta

PortalMadura.Com – Bercinta bagi Pasangan Suami Istri menjadi salah satu hal yang paling menyenangkan. Karena disaat itu pasutri akan melupakan sejenak segala masalah yang terjadi untuk mendapatkan satu kenyamanan.

Namun dalam Islam, ada kalanya bercinta antara suami dan istri menjadi haram. Lantas apa yang menjadi penyebabnya? Berikut penjelasannya:

1. Haram Jima Ketika Isteri Haid, Nifas dan Wiladah
Jika bersetubuh pastikan putus haid, nifas dan wiladah dan selepas mandi hadas besar.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci, apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri,” (Surah Al-Baqarah : Ayat 222).

Loading...

Dari Masruuq b. Ajda’i berkata: “Aku telah bertanya kepada ‘Aisyah tentang sesuatu yang boleh dilakukan seorang suami terhadap istrinya yang sedang Haid.” ‘Aisyah menjawab, Apa saja boleh, kecuali kemaluannya (bersetubuh),’” (Riwayat Bukhari).

2. Haram Jima Melalui Jalan Belakang (melalui dubur) Walau pun Isteri
“Terkutuklah orang yang menyetubuhi istri di duburnya,” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Hurairah).

3. Haram Jima Membawa Ayat-ayat Al-Quran, Nama-nama Allah, Nabi, Malaikat dan lain lain Seperti Azimat.

4. Haram jima dalam masjid / surau.

5. Haram jima sedang berpuasa di bulan Ramadhan.

6. Haram jima sedang dalam ihram haji atau ihram umrah.

7. Haram jima di tempat terbuka (tempat awam). (islampos.com/Desy)


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PortalMadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE