oleh

Pasutri, Ini 6 Hal yang Dianjurkan Rasulullah Saat Kelahiran Anak

PortalMadura.Com – Anak merupakan karunia Allah yang tidak terhingga bagi setiap keluarga. Keberadaanya, bisa menjadi salah satu penguat ikatan berumah tangga. Untuk itu, orangtua perlu mengetahui apa-apa yang menjadi kewajibannya kepada buah hati mereka yang mesti dipenuhi.

Rasulullah pun menganjurkan untuk memperlakukan serta mendidik anak semenjak ia lahir ke dunia. Hal ini menunjukkan demikian penting menjaga, merawat, serta mendidik anak.

Berikut enam sunah yang dianjurkan Rasulullah saat kelahiran anak:

Memperdengarkan Azan dan Iqamah pada Kedua Telinga Anak yang Baru Lahir
Memperdengarkan azan serta iqamah saat anak baru lahir adalah salah satu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah melalui hadisnya: “Barangsiapa yang melahirkan seorang anak, lalu mengumandangkan azan pada telinga kirinya, maka dia tidak akan dicelakakan oleh Ummu Shibyan” (HR. Ibnu Sinni).

Syaikh kamil muhammad uwaidah, dalam kitab fiqh wanitanya menjelaskan, ummu shibyan adalah salah satu pengikut jin. Dalam beberapa literasi lain, ada yang meyakini memperdengarkan azan dan iqamah saat bayi lahir tidak ada tuntunannya dari Rasulullah, perkara ini termasuk perdebatan para ulama. Ada ulama yang meyakininya sebagai suatu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah dan juga ada ulama yang melarangnya.

Akan tetapi, jika Anda memilih pendapat memperdengarkan azan dan iqamah kepada bayi yang baru lahir adalah suatu kebaikan. Terlepas perbedaan pendapat yang ada, dengan meyakini akan banyak hikmahnya jika yang pertama kali didengar oleh bayi saat keluar dari rahimnya adalah suara-suara kebaikan termasuk itu azan dan iqamah.

Men-Tahnik Bayi yang Baru Lahir dengan Kurma
Tahnik adalah sebuah proses yang dilakukan dengan mengunyah kurma sampai hancur, lalu mulut bayi dibuka dan kurma yang telah dikunyah tadi diletakkan di langit-langit bayi. Tahnik dapat dilakukan lansung oleh orangtua si bayi atau para ulama setempat.

Loading...

Tuntunan untuk bertahnik salah satunya adalah dari Abi Musa, ia berkata: “Anakku telah lahir lalu aku membawanya kepada Rasulllah. Kemudian beliau menamakannya Ibrahim dan mentahnik mulutnya dengan sebutir kurma, lalu mendoakannya agar mendapat barakah, kemudian mengembalikannya kepadaku..” (HR. Al-Bukhari).

Memberikan Nama Terbaik untuk Anak
Nama adalah doa serta akan menjadi identitas bagi si anak hingga ia dewasa kelak. Maka di sinilah pentingnya memberikan nama terbaik bagi anak. Memberikan nama kepada anak dengan memperhatikan makna dari nama tersebut, tidak hanya sekadar memberi nama yang kelihatan bagus apalagi memberikan nama pada anak dengan alasan ikut-ikutan.

Nama-nama yang dianjurkan, yaitu seperti nama malaikat, para nabi serta nama lain yang memiliki kandungan makna yang bagus.

Mencukur Rambut dan Bersedekah Seberat Potongan Rambut
Sunah lainnya yang juga dianjurkan oleh Rasulullah adalah mencukur rambut serta bersedekah seberat potongan rambut bayi tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah: Dari Ja’far bin Muhammad dari Ayahnya, ia menceritakan: “Fathimah pernah menimbang rambut hasan, husain, Zainab dan Ummu Kaltsum lalu mengeluarkan sedekah perak seberat rambutnya kepada orang-orang miskin” (HR. Malik ).

Aqiqah
Secara bahasa aqiqah berarti pemotongan. Aqiqah adalah salah satu sunah Rasulullah, yaitu untuk memotong kambing pada hari ke tujuh dari hari lahirnya anak.

Adapun jumlah kambing yang dipotong adalah dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.

Khitan dan Tindik Telinga
Sunah lainnya dari Rasulullah adalah mengkhitan anak laki-laki maupun perempuan dan ini menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat muslim. Sementara tindik telinga hanya untuk anak perempuan sebagai kepentingan untuk perhiasan. (elmina-id.com/Salimah)



Komentar