oleh

Pemerintah Yakinkan Pangan, Transportasi, dan BBM Terkendali Jelang Ramadhan

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah melakukan rapat koordinasi di Jakarta, Kamis, menjelang Ramadan dan Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan, transportasi, dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan rapat tersebut membahas perkembangan inflasi dan pengendalian harga pangan.

Isu kedua yang dibahas adalah evaluasi kesiapan infrastruktur transportasi dan angkutan penumpang, sedang ketiga tentang evaluasi kesiapan distribusi BBM.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

“Perkembangan inflasi ramadan dan idul fitri dalam dua tahun terakhir menurun,” ujar Menko Darmin. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (25/4/2019).

Dia menilai inflasi volatile food lebih terkendali, termasuk produk beras.

“Namun, yang menjadi perhatian penyebab inflasi adalah angkutan udara,” lanjut dia.

Menko Darmin mengharapkan agar Bulog menjaga ketersedian stok dan stabilisasi beberapa harga pangan seperti beras, minyak goreng, daging, gula dan bawang merah, bawang putih, serta cabai merah.

Bulog juga diharapkan mengambil peran dalam menstabilkan harga, namun dengan tetap memperhatikan kepentingan dua sisi, baik produsen maupun konsumen.

Selain itu, Bulog juga perlu memperhatikan pembangunan gudang-gudang di daerah surplus seperti untuk komoditas beras. Demikian pula untuk daerah-daerah yang defisit, sehingga harga bisa dikendalikan di tingkat konsumen tanpa mengorbankan harga di produsen.

Menko Darmin menambahkan untuk pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Menteri Perdagangan, Bulog, dan Satgas Pangan diharapkan bekerja sama dalam menertibkan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Loading...

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meyakinkan masyarakat bahwa mudik di 2019 ini akan relatif lebih baik.

“Kita berkomitmen untuk berubah dari kemacetan menjadi keselamatan. Infrastruktur yang dibangun makin siap,” ungkap Menteri Budi.

Dia menambahkan persiapan transportasi sektor darat telah didukung dengan ketersediaan jalan tol.

“Selain itu, juga ada mudik gratis yang mengimbau BUMN maupun swasta menyediakan angkutan massal sehingga angkutan individu bisa diminimalisasi,” kata Menteri Budi.

Dia juga menegaskan pengendalian harga tiket pesawat perlu dilakukan karena dirasa sudah membebani konsumen dan sektor pariwisata.

Untuk itu, pemerintah akan melakukan rapat lanjutan antara Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan, dan pihak Maskapai Penerbangan untuk membahas kebijakan tarif udara.

Kemudian terkait bahan bakar, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun 2019 ini.

“Posko nasional tersebut yang akan berkoordinasi dengan stakeholders bidang Energi dan berkomunikasi dengan petugas lapangan dan badan usaha,” ujar Fanshurullah.

Dia juga menegaskan Posko Nasional ini akan memantau kondisi ketersediaan BBM di wilayah rawan kemacetan, rawan pasokan, pemantauan objek vital nasional dan wilayah rawan bencana, serta memantau informasi dari berbagai sumber kredibel, sebelum maupun sesudah Idul Fitri 2019.

Fanshurullah juga melaporkan stok BBM masih dalam batas aman dan terkendali. Premium memiliki ketahanan stok 27 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 20 hari, Pertamax Turbo 38 hari, Solar/Bio 24 hari, Pertamina Dex 47 hari, dan Avtur 28 hari.

Sementara itu, stok LPG normal sebesar 363 ribu metric ton yang mampu memenuhi kebutuhan untuk 18 hari.

“Secara keseluruhan, kesiapan sektor ESDM aman dan terkendali. Mulai dari stok BBM Pertamina dan badan usaha lain, stok LPG, maupun kondisi kelistrikan,” pungkas dia.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar