oleh

Pemkab Pamekasan Target TPT Tahun 2020 Sebesar 2,8 Persen

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan berupaya mengurangi angka pengangguran pada tahun 2020 sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerahnya dari tahun ke tahun terus menurun. Pada tahun 2015, TPT Pamekasan mencapai 4,26 persen, sementara TPT tahun 2018 menurun menjadi 2.98 persen.

“Dalam hal ketenagakerjaan, tingkat pengangguran kita di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2018 sekitar 2.98 persen, persentase ini cukup signifikan daripada tahun 2015 di mana TPT Kabupaten Pamekasan mencapai 4,26 persen,” jelasnya, Jumat (22/3/2019).

Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur ini menargetkan, pada tahun 2020 TPT Kabupaten Pamekasan mengalami penurunan hingga mencapai 2,85 persen. Tentu, untuk mencapai target tersebut butuh kerja keras semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah.

“Pada tahun 2020, kami targetkan untuk TPT bisa berada pada kisaran 2,85 persen. Ikhtiar ini butuh energi yang konstruktif, karena saya berpikir bahwa kita semua adalah dream team, tim impian, tim utama untuk menuju Pamekasan yang kita cita-citakan,” tandasnya.

Loading...

Mantan Ketua PKC PMII Jawa Timur ini melanjutkan, di antara ikhtiar yang sangat solutif untuk mengurangi TPT tersebut adalah menciptakan 10 ribu pengusaha baru dalam lima tahun kepemimpinannya. Sehingga mendorong terbukanya lapangan pekerjaan baru di tengah-tengah masyarakat.

“Untuk menciptakan lapangan kerja baru, kami sedang merancang dan mudah-mudahan ini selalu masuk dalam setiap pembahasan RPJMD kita adalah menciptakan 10 ribu pengusaha baru. Ikhtiar ini harus bersamaan dengan ikhtiar teknis kita dan strategi untuk mencapai ikhtiar itu,” tambah dia.

Baca Juga : Lamaran Ditolak, Pemuda Giliyang Diduga Nekat C4buli Siswi, Nasibnya Berakhir Seperti Ini

Mantan Anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini melanjutkan, pihaknya akan senantiasa mendorong munculnya start up-start up baru yang menjadi binaan pemerintah kabupaten. Sehingga dalam beberapa strategis dalam pengembangan sumber daya manusia entrepeneurship baru harus menjadi skala prioritas.

“Tidak ada lagi di antara kita sekat-sekat dan ikhtiar kepemimpian yang tidak sakral lagi, kepemimpinan yang menyatu, tumbuh, hidup, setia bersama rakyat adalah impian kita semua,” tutup pria yang akrab disapa RBT tersebut.


Penulis : Marzukiy
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar