PortalMadura.com–Seorang pemuda berusia 22 tahun ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Jembatan Pelabuhan Dungkek, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Senin malam, 9 Februari 2026.
Korban ditemukan sekitar pukul 22.40 waktu setempat. Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada pukul 14.30 di perairan sekitar jembatan pelabuhan.
Menurut keterangan saksi, korban diduga melompat dari atas jembatan pelabuhan. Korban diketahui merupakan warga Dusun Panjurangan, Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek.
Pihak keluarga menyampaikan, korban selama ini mengalami gangguan kejiwaan dan tengah menjalani pengobatan.
Sebelum kejadian, korban baru saja pulang dari rumah sakit bersama ayahnya. Tidak berselang lama setelah tiba di rumah, korban keluar tanpa sepengetahuan keluarga, hingga akhirnya dilaporkan tenggelam.
Komandan Tim Sar, Nurul Imam, menjelaskan proses pencarian sempat dihentikan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.
“Upaya pencarian sempat kami hentikan karena kondisi sudah malam dan jarak pandang sangat terbatas. Pencarian tidak bisa dilakukan secara maksimal.”
Tim SAR gabungan bersama warga setempat sebelumnya menyisir area sekitar jembatan dan perairan pelabuhan dengan peralatan terbatas. Faktor gelap, serta jarak pandang yang minim menjadi kendala utama.
Sekitar satu jam setelah pencarian dihentikan, tim SAR kembali menerima laporan dari warga yang berada di sekitar pelabuhan.
“Korban ditemukan setelah kami menerima laporan dari warga di sekitar lokasi. Setelah mendapat informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju titik yang dimaksud.”
Petugas kemudian melakukan pengecekan di lokasi yang dilaporkan warga dan memastikan keberadaan korban. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia, berada kurang lebih tiga meter, melayang di bawah permukaan air dan berjarak sekitar tiga puluh meter dari titik awal korban diduga jatuh.”
Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan bantuan warga, sebelum korban dibawa ke darat untuk penanganan lebih lanjut.n Tenggelam di Pelabuhan Dungkek*
Seorang pemuda berusia 22 tahun ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Jembatan Pelabuhan Dungkek, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Senin malam, 9 Februari 2026.
Korban ditemukan sekitar pukul 22.40 waktu setempat. Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada pukul 14.30 di perairan sekitar jembatan pelabuhan.
Menurut keterangan saksi, korban diduga melompat dari atas jembatan pelabuhan. Korban diketahui merupakan warga Dusun Panjurangan, Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek.
Pihak keluarga menyampaikan, korban selama ini mengalami gangguan kejiwaan dan tengah menjalani pengobatan. Sebelum kejadian, korban baru saja pulang dari rumah sakit bersama ayahnya. Tidak berselang lama setelah tiba di rumah, korban keluar tanpa sepengetahuan keluarga, hingga akhirnya dilaporkan tenggelam.
Komandan Tim Sar, Nurul Imam, menjelaskan proses pencarian sempat dihentikan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.
“Upaya pencarian sempat kami hentikan karena kondisi sudah malam dan jarak pandang sangat terbatas. Pencarian tidak bisa dilakukan secara maksimal.”
Tim SAR gabungan bersama warga setempat sebelumnya menyisir area sekitar jembatan dan perairan pelabuhan dengan peralatan terbatas. Faktor gelap, serta jarak pandang yang minim menjadi kendala utama.
Sekitar satu jam setelah pencarian dihentikan, tim SAR kembali menerima laporan dari warga yang berada di sekitar pelabuhan.
“Korban ditemukan setelah kami menerima laporan dari warga di sekitar lokasi. Setelah mendapat informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju titik yang dimaksud.”
Petugas kemudian melakukan pengecekan di lokasi yang dilaporkan warga dan memastikan keberadaan korban. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia, berada kurang lebih tiga meter, melayang di bawah permukaan air dan berjarak sekitar tiga puluh meter dari titik awal korban diduga jatuh.”
Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan bantuan warga, sebelum korban dibawa ke darat untuk penanganan lebih lanjut.





