PortalMadura.com–Gelombang migrasi pengguna TikTok ke platform media sosial alternatif mencapai titik puncak pada akhir Januari 2026. UpScrolled, aplikasi yang baru diluncurkan Juni 2025, melonjak ke peringkat pertama kategori social networking di Apple App Store Amerika Serikat pada Rabu (28/1), menggeser raksasa seperti Meta Threads, WhatsApp, hingga TikTok sendiri.
Lonjakan popularitas UpScrolled terjadi di tengah kekhawatiran pengguna terhadap transisi kepemilikan TikTok ke struktur joint venture baru di AS yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan lingkaran administrasi Trump. Sebelumnya pada Januari 2025, TikTok sempat mengalami pemadaman total di wilayah AS akibat pertarungan hukum, disusul gangguan teknis berhari-hari pada awal 2026 akibat outage di pusat data Oracle.
Berdasarkan data Sensor Tower yang dirilis Kamis (29/1), UpScrolled telah diunduh sekitar 400.000 kali di AS dan 700.000 kali secara global sejak peluncurannya. Yang mencengangkan, 85% unduhan di pasar AS terjadi hanya dalam rentang tujuh hari—tepatnya antara 21 hingga 27 Januari 2026—menunjukkan respons cepat pengguna terhadap ketidakpastian TikTok.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Issam Hijazi, teknolog berkebangsaan Palestina-Yordania-Australia yang sebelumnya berkarier di IBM dan Oracle. Dalam pernyataan di situs resminya, UpScrolled menawarkan ruang ekspresi dengan jaminan transparansi algoritma: “Tidak ada shadowban, tidak ada pembatasan tersembunyi, tidak ada sistem bayar untuk popularitas—selamanya.”
Antarmuka UpScrolled menggabungkan elemen familiar dari tiga platform besar: alur berita ala X (Twitter), carousel post ala Instagram, serta video vertikal pendek khas TikTok. Platform ini juga menyertakan fitur stories dan halaman penemuan dengan topik serta hashtag yang sedang tren. Meski menjanjikan kebebasan berekspresi, UpScrolled tetap membatasi konten yang melanggar pedoman komunitas seperti ujaran kebencian, pelecehan, atau materi ilegal.
Tren perpindahan pengguna tidak hanya menguntungkan UpScrolled. Data Sensor Tower juga mencatat peningkatan unduhan di platform mapan seperti Reddit dan Pinterest, serta aplikasi baru Spill—yang didirikan mantan karyawan Twitter pada 2023—yang kini menempati peringkat ke-17 di kategori sosial App Store.
“Kami membangun UpScrolled karena orang-orang menuntut lebih banyak transparansi, keaslian, dan kepercayaan pada platform yang mereka gunakan setiap hari,” demikian pernyataan resmi UpScrolled di laman webnya.
Perpindahan massal ini mengingatkan pada tren serupa tahun lalu ketika aplikasi asal Tiongkok Xiaohongshu (RedNote) sempat populer di AS saat TikTok menghadapi ancaman larangan. Namun kali ini, platform buatan diaspora Timur Tengah justru menjadi pilihan utama pengguna yang mencari alternatif independen dari pengaruh geopolitik.
Baca Juga:





