TikTok Ditinggal 150%! Pengguna AS Ramai-Ramai Beralih ke UpScrolled

Avatar of PortalMadura.com
TikTok Ditinggal 150%! Pengguna AS Ramai-Ramai Beralih ke UpScrolled
TikTok Ditinggal 150%! Pengguna AS Ramai-Ramai Beralih ke UpScrolled
PortalMadura.comTikTok menghadapi ujian berat di pasar Amerika Serikat setelah entitas barunya yang baru dibentuk mengalami gelombang penghapusan aplikasi oleh pengguna. Data terbaru Sensor Tower mengungkap lonjakan 150% angka uninstall TikTok di AS dibandingkan tiga bulan lalu, sementara pertumbuhan pengguna aktif harian hanya naik 2% dan cenderung stagnan.
Berdasarkan laporan yang dirilis Rabu (28/1/2026), frustrasi pengguna dipicu dua faktor utama: masalah teknis berkepanjangan dan kekhawatiran privasi. TikTok mengakui gangguan sistem akibat pemadaman listrik di salah satu data centernya yang menyebabkan bug pada jumlah tayangan dan waktu muat konten. Hingga kini, perusahaan belum memberikan timeline pasti penyelesaian masalah.
Di sisi lain, viralnya unggahan media sosial tentang kebijakan privasi TikTok yang mengumpulkan data sensitif—meliputi ras, orientasi seksual, status imigrasi, dan informasi keuangan—turut memicu kekhawatiran. Padahal menurut arsip kebijakan privasi Agustus 2024, ketentuan tersebut sebenarnya tidak baru.
UpScrolled Meledak dalam Sehari
Di tengah eksodus pengguna TikTok, aplikasi independen UpScrolled asal Australia mendadak meledak popularitasnya. Menurut estimasi App Figures, aplikasi ini mencatat 41.000 unduhan hanya dalam sehari sekitar masa peresmian entitas TikTok AS. Total unduhan kini mencapai 140.000 sejak pertama kali dirilis Juni 2025—lonjakan signifikan dibanding rata-rata kurang dari 500 unduhan per hari sebelumnya.
UpScrolled kini menduduki peringkat kesembilan aplikasi paling banyak diunduh di App Store AS dan menjadi aplikasi sosial terpopuler kedua setelah Threads milik Meta. Popularitasnya juga menyebar ke Inggris dan Australia dengan masuk jajaran lima besar toko aplikasi.
Dikembangkan oleh Issam Hijazi bersama sekelompok kecil investor individu, UpScrolled menawarkan pengalaman berbeda dari TikTok. Aplikasi ini menampilkan feed kronologis secara default (bukan algoritma), bebas iklan, dan menjamin setiap unggahan memiliki peluang adil untuk dilihat—tanpa filter atau amplifikasi buatan.
“Terlalu sering pengguna dibiarkan ragu apakah suara mereka akan didengar atau justru diredam diam-diam,” tulis tim UpScrolled dalam FAQ resminya. “Kami menciptakan lingkungan autentik, tanpa filter, dan setara bagi semua orang.”
Peluang atau Sekadar Fenomena Sesaat?
Ini bukan kali pertama gejolak TikTok dimanfaatkan pesaing. Tahun lalu, aplikasi China RedNote sempat menduduki puncak unduhan AS saat TikTok menghadapi ancaman pemblokiran—namun popularitasnya hanya bertahan beberapa jam setelah ancaman dicabut.
Namun kali ini, kombinasi kepemilikan baru TikTok di AS, masalah teknis berlarut-larut, dan kelelahan pengguna terhadap algoritma mungkin membuka peluang lebih besar bagi platform independen seperti UpScrolled. Tantangannya kini: mampukah aplikasi ini mempertahankan momentum dan membangun komunitas berkelanjutan di tengah dominasi raksasa teknologi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses