oleh

Penguasa Kerajaan Madura Barat, Tongkos Warisan Panembahan Sedomukti yang Tetap Terjaga

PortalMadura.Com, Bangkalan – Berakhirnya era Kerajaan Madura Barat memang tak mewariskan peninggalan bangunan keraton. Dari lima lokasi keraton, tak satupun bangunan pusat pemerintahan tersebut tersisa dan dapat dilihat. Namun ada warisan budaya keraton yang masih bertahan hingga kini, yaitu tongkos.

Tongkos adalah penutup kepala yang awalnya hanya digunakan oleh raja. Tercipta pada pertengahan abad ke-17. Sebuah identitas atau perlambang kebudayaan setempat. Tongkos tak ubahnya blangkon yang dipakai raja hingga abdi dalem di keraton Pulau Jawa.

Sebut saja Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat (Jogja), Keraton Kasunanan (Solo), Keraton Mangkunegaran (Solo), serta Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman (Cirebon).

Kata “tongkos” mungkin terdengar kurang akrab di telinga. Namun penutup kepala yang satu ini terus dipertahankan sebagai budaya warisan Kerajaan Madura Barat, utamanya di Bangkalan.

Pengenalan tongkos, utamanya pada masyarakat luar Bangkalan, terus dilakukan. Pemberian cinderamata berupa tongkos seringkali dilakukan. Pemakaian tongkos pada tamu kehormatan di acara tertentu tak lain sebagai bentuk upaya pengenalan.

Loading...

“Dahulu hanya raja yang boleh memakai tongkos sebagai pelengkap aghungan (pakaian kebesaran) pada acara penting atau agung, seperti penobatan raja atau putra mahkota, pagelaran, serta upacara adat. Kini tongkos telah menjadi identitas masyarakat Bangkalan. Siapapun boleh memakainya, tanpa terikat usia, status sosial, ataupun jabatan,” tutur Mas Agus Suryoadikusumo (39) kepada PortalMadura.Com, Selasa (29/1/2019).

Model tongkos telah mengalami perubahan, atau tepatnya modifikasi. Tampilan tongkos saat ini terlihat kaku dan tinggi, namun masih mencerminkan kesan kebangsawanan.

“Di era sekarang, budaya mengenakan tongkos kebanyakan terlihat saat acara resepsi pernikahan, penyambutan tamu penting, serta acara-acara lain yang bertema kebudayaan,” ujar pria kalem yang menjabat Sekretaris Umum Masyarakat Adat Nusantara DPW Madura.

Mas Agus adalah salah satu pengrajin tongkos di Bangkalan. Dengan alasan ingin melestarikan warisan budaya yang tidak bertentangan dengan agama, ia memberanikan diri menjadi pengrajin tongkos. Hingga kini telah ratusan tongkos buatannya yang terjual. Dipesan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan harga bervariasi. Tergantung jenis batik dan model yang diinginkan.

Ilmu pembuatan tongkos … Selengkapnya

Halaman: 1 2 3

Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar