SUMENEP (PortalMadura) – Perempuan Madura yang menggunakan perhiasan emas ‘berlebih’ dinilai masih dalam taraf kewajaran dan ada kesesuaian dengan nilai-nilai agama Islam.
Hal tersebut diungkapkan salah satu dosen STAIN Pamekasan, M Ali Al Humaidy. “Masih dalam taraf wajar la. Dan masih ada kesesuaian dengan nilai-nilai Islam,” kata Malhum sapaan akrap M Ali Al Humaidy dihubungi PortalMadura via telepon, Kamis (30/1/2014)
Dia mengungkapkan, dalam ajaran Islam dianjurkan untuk berhias dan menampilkan yang indah-indah. “Naluri seorang perempuan itu ingin tampil yang indah. Jadi, masih wajar,” tegasnya.
Meski diakui, sebagian orang memandangnya ‘berlebihan’ dan ‘sombong’. Namun, penampilan perempuan Madura dengan menggunakan emas justru sebuah implementasi status sosial seseorang.
“Saya pikir tidak hanya emas. Ada yang menampilkan isi rumah. Selama berniat baik dan tidak sombong, tidak ada masalah. Karena tidak bertolak belakang dengan Islam,” katanya.(htn)