oleh

Pilkada Bangkalan, Diduga Lakukan Politik Uang, Farid Alfauzi Dilaporkan ke Panwaslu

PortalMadura.Com, Bangkalan – Sejumlah kepala desa (Kades) mendatangi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Minggu (17/2/2018).

Mereka melaporkan dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan salah satu pasangan calon Pilkada Bangkalan, Farid Alfauzi.

“Kita melaporkan adanya dugaan money politik. Ini kita laporkan karena sudah jelas melanggar Pasal 73 Undang-undang 10 tahun 2016,” terang kuasa hukum pelapor, M. Sholeh.

Menurutnya, ada sekitar 30 kepala desa yang diundang ke rumah Farid Alfauzi di Surabaya. Dalam pertemuan itu, kepala desa diberi uang sebersar Rp10 juta per kepala desa untuk membantu pemenangan dalam Pilkada Bangkalan.

“Kejadiannya, pada malam tanggal 16 di rumanya calon. Ini adalah bentuk DP (Down of Payment, uang muka, red) untuk pertemuan lanjutkan. Nah, ini kita laporkan dan kita siap menghadirkan 20 orang saksi,” katanya.

Loading...

Pada laporan awal, sedikitnya ada 4 kepala desa yang mendatangi Panwaslu Kabupaten Bangkalan, diantaranya, Kepala Desa Martajasah Kecamatan Kota, Kepala Desa Gilianyar Kecamatan Kamal, Kepala Desa Pesangahan Kecamatan Kwanyar, Desa Tajungan Kecamatan Kamal.

Dana yang diserahkan pada Panwaslu Kabupaten Bangkalan sebesar Rp40 juta.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabuapten Bangkalan, Mustain Shaleh mengaku telah menerima laporan dari sejumlah kades tersebut. Laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti.

Selanjutnya, Panwaslu Kabupaten segera melakukan klarifikasi (pemanggilan) kepada terlapor beserta saksi-saksi terkait.

“Panwas memiliki waktu tiga hari ditambah dua hari jika dibutuhkan tambahan. Jadi total lima hari untuk melakukan klarifikasi saksi, pelapor dan terlapor,” katanya.(Hamid/Har)



Komentar