oleh

Pilkades Palengaan Daya Kisruh, Pendukung Calon Sempat Diamankan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sempat dihentikan lantaran kisruh, Rabu (11/9/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun PortalMadura.Com, kisruhnya pesta demokrasi tingkat desa itu dipicu adanya pendukung salah satu calon kepala desa yang diduga menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali. Aksinya tersebut diketahui oleh salah satu pendukung lainnya.

Praktis, kejadian tersebut membuat proses pemungutan suara sempat dihentikan lantaran tidak kondusif. Bahkan, salah satu pendukung calon harus diamankan oleh anggota Brimob yang bertugas di lapangan untuk meredam emosi warga.

“Ya, ada orang atau pendukung salah satu calon nyoblos beberapa kali yang diketahui oleh pendukung lain,” ujar salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.

Menurutnya, warga yang mencoblos surat suara lebih dari satu kali tersebut diduga kuat menggunakan undangan orang lain yang dibeli pada malam hari pelaksanaan pilkades.

Loading...

“Memang mulai tadi malam banyak yang beli undangan itu,” tandasnya.

Dikonfirmasi via telepon, Kapolsek Palengaan, AKP Bambang menyebutkan, kisruh proses pemungutan suara itu akibat adanya kesalahpahaman atau miskomunikasi antar pendukung calon. Informasi adanya warga yang nyoblos lebih dari satu kali tersebut tidak benar.

“Itu hanya miskomunikasi saja, tidak ada apa-apa, kondusif. Ya itu, isunya dikira nyoblos dua kali, padahal tidak,” kilahnya.

Baca Juga : Kejari Sampang Tahan Dua Konsultan Pengawas RKB SMPN 2 Ketapang

Dikatakan, pihaknya mengarahkan kepada masyarakat terutama para pendukung calon agar tidak masuk pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi lancarnya pelaksanaan pilkades tersebut.

“Pencoblosannya sudah, sekarang sedang siap-siap penghitungan suara. Panitia sudah berbenah,” pungkasnya.


Penulis : Marzukiy
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar