portalmadura.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan performa yang mengkhawatirkan pada penutupan perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda terperosok cukup dalam hingga mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah di pasar keuangan domestik.
Berdasarkan data pasar spot pada perdagangan Jumat (22/5/2026), kurs rupiah ditutup merosot 50 poin atau melemah 0,28 persen ke level Rp17.717 per dolar AS, dari posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp17.667. Sepanjang pergerakan harian, nilai tukar mata uang RI bahkan sempat menyentuh titik terendah di level Rp17.734 per dolar AS.
Kondisi serupa juga tercermin pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Kurs tengah Jisdor bergerak melemah ke angka Rp17.717 per dolar AS, bergeser dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp17.673.
Ekspektasi Suku Bunga AS dan Sentimen Danantara Jadi Pemicu
Analis Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan rupiah. Investor global saat ini merespons positif rilis data indikator ekonomi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
“Pergerakan nilai tukar hari ini sangat dipengaruhi oleh penguatan greenback seiring meningkatnya spekulasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve (The Fed) akan bertahan jauh lebih lama di pasar global,” ujar Amru di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Selain faktor global, sentimen dari dalam negeri turut memperkeruh volatilitas pergerakan modal. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebutkan bahwa pelaku pasar masih mencermati dan bersikap hati-hati terhadap rencana strategis pemerintah terkait pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Daftar Kurs Jual dan Beli Dollar AS di Bank Nasional
Akibat merosotnya nilai tukar rupiah di pasar spot, sejumlah perbankan papan atas di Indonesia mulai menyesuaikan harga jual dolar AS hingga menembus kisaran Rp17.800 per dolar.
Berikut adalah rincian kurs rupiah terhadap dolar AS di beberapa bank nasional utama per Jumat (22/5/2026):
- BRI: Jual Rp17.820 | Beli Rp17.520
- Bank Mandiri: Jual Rp17.780 | Beli Rp17.720
- BNI: Jual Rp17.750 | Beli Rp17.700
- BCA: Jual Rp17.740 | Beli Rp17.490
Langkah Agresif Bank Indonesia Redam Volatilitas
Meskipun tekanan terhadap rupiah tergolong ekstrem, pelemahan diperkirakan tidak akan meluncur lebih dalam berkat langkah pre-emptive dari otoritas moneter tertinggi. Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2026 telah mengambil keputusan berani dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.
Langkah kenaikan suku bunga acuan ini sengaja ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dari dampak ketidakpastian geopolitik global serta menjaga daya tarik instrumen portofolio keuangan domestik.
Untuk menatap proyeksi awal pekan depan, pergerakan rupiah diprediksi masih akan berfluktuasi tinggi. Keberhasilan mata uang Garuda untuk keluar dari zona merah akan sangat bergantung pada agresivitas intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing (valas) serta perkembangan rilis data ekonomi global terbaru.




