portalmadura.com – Pergerakan harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami fluktuasi yang cukup tajam pada pekan ini. Setelah sempat mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan sebelumnya, grafik komoditas safe haven ini kembali terkoreksi turun dan memicu perhatian para investor.
Berdasarkan rilis data resmi terbaru dari situs Logam Mulia per Jumat (22/5/2026), harga satu gram emas batangan Antam berada di level Rp2.788.000. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp12.000 jika dibandingkan dengan harga komoditas pada hari Kamis (21/5/2026) yang sempat menyentuh level tertinggi di Rp2.800.000 per gram.
Harga Buyback Ikut Terperosok
Koreksi negatif ini tidak hanya melanda harga beli, melainkan turut menyeret harga pembelian kembali atau buyback emas oleh Antam. Para pelaku pasar yang berencana melepas aset mereka harus menerima kenyataan bahwa nilai buyback menyusut dari semula Rp2.604.000 menjadi Rp2.592.000 per gram.
Pergeseran nilai transaksi ini dipengaruhi secara langsung oleh kebijakan regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan aturan PPh 22, transaksi pembelian emas batangan dikenakan potongan pajak sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nominal di atas Rp10 juta, dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen bagi konsumen tanpa NPWP.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 23 Mei 2026
Berikut adalah daftar harga eceran pecahan emas batangan Antam per Jumat (22/5/2026):
- Emas 0,5 gram: Rp1.444.000
- Emas 1 gram: Rp2.788.000
- Emas 5 gram: Rp13.715.000
- Emas 10 gram: Rp27.375.000
- Emas 50 gram: Rp136.545.000
- Emas 100 gram: Rp273.012.000
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini, 23 Mei 2026 Turun
Dinamika Pasar Pegadaian dan Prospek Global
Berbeda dengan pergerakan di butik Antam yang langsung terkoreksi, pasar ritel emas di Pegadaian terpantau masih mengadopsi struktur harga yang kompetitif. Untuk emas jenis cetakan Antam di Pegadaian dibanderol senilai Rp2.886.000 per gram, sedangkan untuk variasi emas UBS berada pada kisaran Rp2.826.000 per gram.
Sejumlah analis pasar keuangan memprediksi bahwa volatilitas instrumen logam mulia ini masih akan terus berlanjut. Kondisi pasar global yang dinamis serta spekulasi kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Bagi para investor domestik, penurunan harga saat ini dinilai dapat menjadi momentum strategis untuk melakukan akumulasi aset secara berkala demi mengamankan portofolio investasi dari risiko inflasi jangka panjang.





