oleh

Raskin Ke 15 Untuk Kepulauan Belum Didistribusikan

SUMENEP (PortalMadura) – Pendistribusian raskin ke 15 bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep, hingga saat ini belum didistribusikan. Ini disebabkan, surat permintaan alokasi (SPA) raskin dari pemerintah kabupaten (Pemkab) belum di keluarkan, sehingga beras untuk orang miskin (raskin) yang sejatinya sudah sampai ke tangan penerima, masih ngendon di gudang bulog.

Beberapa sumber menyebutkan, selain terkendala masalah SPA, sejumlah kades (Kepala Desa) kepuluan enggan melakukan penebusan raskin, sebab raskin yang biasa dikirim ke masyarakat miskin, kwalitasnya tidak sesuai standart, bahkan sering ditemukan raskin yang sudah berulat.

Kabag Perekonomian Setkab Sumenep, Moh. Hanafi, melalui Kasubag Sarana Perekonomian Daerah, Wedi Sunarto, pihaknya memang sengaja tidak mengeluarkan SPA untuk penebusan raskin pada tahap ke 15 itu. Karena tehnik pendistribusian raskin kepulau masih di godok di DPRD, sehingga pihaknya enggan untuk mengeluarkan SPA untuk penebusan raskin.

“Kamis belum mengeluarkan SPA yang baru untuk penebusan raskin ke 15, karena pendistribusian raskin untuk masyarakat kepulauan, saat ini masih digodok di DPRD, bila kami keluarkan SPA sekarang, takut nanti bermasalah,” katanya.

Loading...

Saat ini, jajaran eksekutif masih melakukan pengkajian terhadap pola pendistribusian raskin untuk daerah kepuluan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir adanya penyimpangan bantuan raskin oleh kepala desa. Sehingga perlu adanya teknik khusus untuk pendistribusiannya.

“Kami merencanakan pendistribusian raskin kedepan, akan dilakukan hingga ke balai desa, kalau perlu sampai ketangan penerima, tapi saat ini, kami masih melakukan kajian, bagaimana tehnik yang baik agar tidak terjadi penyimpangan,” terangnya.

Pihaknya berjanji, dalam waktu dekat persoalan pendistribusian raskin akan segera rampung, dan raskin ke 15 untuk masyarakat kepulauan segera bisa didistribusikan. Selain itu pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, tentang aturan pendistribusian raskin yang baru, baik pada camat, perangkat desa maupun masyarakat penerima langsung.

Sementara Kepala Desa Paliat, Kecamatan/Kepulauan Sapeken, Maharuddin, mengakui jika sudah dua bulan tidak melakukan penebusan raskin. Sampai saat ini, belum ada intruksi dari kabupaten untuk melakukan penebusan raskin.

“Sudah dua bulan tidak melakukan penebusan raskin, namun kami siap bila sewaktu-waktu ada perintah untuk melakukan penebusan raskin oleh kabupaten,” tegasnya.(udien/htn).





Berita PortalMadura
Loading...
Tirto.ID
Loading...

Komentar