PortalMadura.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memutuskan untuk tidak menaikkan tarif tenaga listrik bagi pelanggan PT PLN (Persero) untuk periode Triwulan II tahun 2026. Kebijakan yang menahan tarif tetap ini berlaku mulai 1 April hingga 30 Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap,” ujar Tri Winarno dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (1/4/2026).
Pertimbangan Ekonomi Makro
Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, evaluasi tarif bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan. Penyesuaian ini didasarkan pada perubahan empat parameter ekonomi makro utama, yaitu:
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (kurs).
- Harga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
- Tingkat inflasi.
- Harga Batubara Acuan (HBA).
Untuk penetapan tarif periode April-Juni 2026, pemerintah menggunakan realisasi parameter ekonomi makro periode November 2025 hingga Januari 2026. Rinciannya adalah kurs Rp16.743,46 per US$, ICP US$ 62,78 per barel, inflasi 0,22%, dan HBA US$ 70 per ton.
Secara formula perhitungan, tarif listrik sebenarnya berpotensi mengalami perubahan. Namun, pemerintah memprioritaskan stabilitas ekonomi nasional dan daya saing industri, sehingga diputuskan tarif tidak berubah.
Kebijakan tarif tetap ini juga berlaku bagi 25 golongan pelanggan yang menerima subsidi listrik.
Daftar Tarif Listrik per kWh (April-Juni 2026)
Berikut adalah rincian besaran tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi PT PLN (Persero) selama Triwulan II tahun 2026:
| No. | Golongan Tarif / Daya | Tarif (Rp/kWh) |
|---|---|---|
| 1 | Golongan R-1/TR daya 900 VA | Rp 1.352 |
| 2 | Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA | Rp 1.445 |
| 3 | Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA | Rp 1.445 |
| 4 | Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA | Rp 1.700 |
| 5 | Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas | Rp 1.700 |
| 6 | Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA | Rp 1.445 |
| 7 | Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA | Rp 1.122 |
| 8 | Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA | Rp 1.122 |
| 9 | Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas | Rp 997 |
| 10 | Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA | Rp 1.700 |
| 11 | Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA | Rp 1.533 |
| 12 | Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum | Rp 1.700 |
| 13 | Golongan L/ TR, TM, TT | Rp 1.645 |
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak guna mendukung ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, Kementerian ESDM juga mendorong PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keandalan pasokan listrik, dan mengoptimalkan efisiensi operasional.





