PortalMadura.com – Kabar mengejutkan datang dari kreator konten sekaligus pengusaha muda, Jerome Polin. Bisnis minuman kekinian miliknya, Menantea, resmi dinyatakan akan menutup seluruh operasionalnya secara permanen pada 25 April 2026 mendatang. Keputusan pahit ini diambil setelah Jerome mengungkap adanya kerugian besar mencapai Rp38 miliar akibat dugaan penipuan internal.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (13/4/2026), Jerome menjelaskan bahwa faktor utama ambruknya bisnis tersebut adalah kelalaian dalam pengawasan keuangan. Ia mengaku terlalu memercayakan pengelolaan dana kepada satu oknum tanpa adanya sistem kontrol yang ketat sejak awal operasional.
Manipulasi Laporan Keuangan Lewat Excel
Jerome mengungkapkan bahwa selama ini dirinya hanya menerima laporan keuangan dalam bentuk file digital yang sangat mudah dimanipulasi. Keterbatasan waktu karena kesibukan di lini bisnis lain membuatnya tidak sempat melakukan pemeriksaan mendalam secara rutin.
“Kami mengecek laporan keuangan hanya dari file Excel. Ternyata laporan itu palsu dan bisa diedit sedemikian rupa. Kesalahan fatal saya adalah tidak mengecek mutasi rekening secara langsung,” ujar Jerome dengan nada menyesal.
Kecurigaan Jerome mulai muncul pada pertengahan tahun 2023 ketika ia menerima laporan mengejutkan bahwa saldo perusahaan telah habis. Setelah dilakukan penelusuran mandiri pada mutasi rekening, ditemukan ketidaksesuaian yang sangat signifikan antara angka di laporan Excel dengan saldo aktual di bank.
Total Kerugian dan Nasib Mitra
Berdasarkan hasil audit internal, total dana perusahaan yang bermasalah mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp38 miliar. Sebagian dana memang sempat diputar kembali untuk operasional, namun sekitar Rp5 hingga Rp6 miliar diduga kuat telah diselewengkan oleh oknum terkait untuk kepentingan pribadi.
Meski dihantam kerugian besar, Jerome Polin menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemilik brand. Ia tetap menyuntikkan dana pribadi (private funding) demi memastikan operasional toko tetap berjalan dan kewajiban kepada mitra terpenuhi hingga masa kontrak berakhir pada April 2026.
“Sebagai bentuk dukungan kepada para mitra yang masih setia, kami memberikan subsidi berupa promo besar-besaran bagi pelanggan di toko-toko yang masih beroperasi hingga tanggal penutupan resmi nanti,” tambahnya.
Fenomena ‘Oknum’ yang Sama di Industri Kuliner
Menariknya, Jerome juga menyebutkan bahwa kasus yang menimpanya bukanlah kejadian tunggal. Ia mengklaim telah berkomunikasi dengan beberapa figur publik dan pengusaha kuliner lainnya yang diduga juga menjadi korban dari oknum yang sama dengan modus operandi serupa.
Penutupan permanen Menantea pada 25 April mendatang menandai berakhirnya perjalanan brand yang sempat viral ini di industri F&B Indonesia. Jerome berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pengusaha muda lainnya untuk lebih waspada dan sistematis dalam mengelola keuangan bisnis.





