PORTALMADURA.COM, — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan tren positif pada penutupan perdagangan Rabu (14/10/2026). Mata uang Garuda berhasil menguat tipis dan bertahan di kisaran level Rp17.800 per dolar AS.
Berdasarkan data transaksi pasar spot, rupiah diperdagangkan menguat ke posisi Rp17.887 per dolar AS. Pergerakan ini ditopang oleh meredanya tekanan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penurunan harga minyak mentah di pasar internasional yang memberi ruang bagi mata uang negara berkembang untuk bangkit.
Sementara itu, perbankan nasional seperti BCA mencatat kurs e-Rate berada di level Rp17.845 untuk kurs beli dan Rp17.935 untuk kurs jual pada sesi pagi. Di sisi lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mematok kurs beli sebesar Rp17.750 dan kurs jual Rp18.050 per dolar AS.
Sebagai acuan acuan resmi pertukaran mata uang, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat posisi referensi pada kisaran Rp17.930 per dolar AS. Penguatan mata uang domestik juga didukung oleh kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang tetap solid, seperti meningkatnya pertumbuhan penjualan ritel nasional.
Pengamat pasar uang memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang pekan ini masih akan dinamis, terpengaruh oleh ekspektasi arah kebijakan suku bunga acuan The Fed dan indikator inflasi konsumen AS. Para pelaku usaha maupun masyarakat diimbau untuk terus mencermati fluktuasi kurs sesuai kebutuhan transaksi masing-masing.




