Sal Priadi Banjir Kritik usai Foto Bareng Sitok Srengenge, Langsung Minta Maaf

Avatar of PortalMadura.com
Sal Priadi Banjir Kritik usai Foto Bareng Sitok Srengenge, Langsung Minta Maaf
Sal Priadi Banjir Kritik usai Foto Bareng Sitok Srengenge, Langsung Minta Maaf

PortalMadura.comMusisi Sal Priadi menjadi sorotan warganet setelah foto dirinya bersama penyair Sitok Srengenge beredar luas di media sosial. Foto tersebut memicu gelombang kritik tajam karena Sitok diketahui memiliki dugaan kasus kekerasan seksual yang belum tuntas secara hukum sejak 2013.

Foto yang kini viral sebenarnya diunggah oleh Sitok Srengenge sendiri pada 17 November 2025 di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Sal tampak berfoto santai dengan Sitok di dalam ruangan yang diduga merupakan rumah pribadi. Sitok menyebut pertemuan tersebut sebagai diskusi seni yang melibatkan obrolan soal lirik lagu, puisi, dan “aspek berbahaya dari kesenian”. Ia juga menulis bahwa Sal sempat membacakan puisi sementara dirinya menyimak sambil berbaring.

Namun, publik langsung bereaksi keras. Nama Sal Priadi sempat menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter) dengan beragam kritik yang mempertanyakan kepekaannya terhadap isu kekerasan seksual. Banyak netizen menilai tindakan berfoto dengan figur bermasalah seperti Sitok berpotensi menormalisasi pelaku dugaan kejahatan seksual, terutama di mata penggemar muda Sal yang dikenal lewat lagu populer “Gala Bunga Matahari”.

Aktivis kesetaraan gender dan pegiat hak perempuan juga turut menyuarakan kekecewaan. Mereka menekankan bahwa selebriti memiliki tanggung jawab moral untuk tidak memberikan legitimasi—secara sadar maupun tidak—kepada individu yang terlibat dalam dugaan kekerasan seksual.

Menanggapi kritik yang terus mengalir, Sal Priadi akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun X-nya pada Rabu, 31 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa kunjungannya sebenarnya ditujukan ke rumah anak Sitok Srengenge, bukan untuk bertemu langsung sang penyair.

“Saya main ke rumah anaknya, masuk rumahnya ada bapak dan ibunya, ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” tulis Sal. Ia mengaku baru mengetahui kasus hukum yang melibatkan Sitok setelah foto tersebut viral.

Sal tegas menegaskan sikapnya: “Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya ga bela.” Bahkan, ia menggunakan kata kasar dalam pernyataannya untuk menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pelaku kekerasan seksual. Ia juga meminta maaf dan berjanji akan lebih bijak di masa depan. “Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto ya, thanks,” tutupnya.

Profil Singkat Sitok Srengenge
Sitok Srengenge, bernama asli Sunarto (lahir 22 Agustus 1965), dikenal sebagai penyair dan budayawan senior. Karier seninya dimulai di Bengkel Teater Rendra pada 1980-an. Karyanya pernah dipublikasikan di berbagai negara, dan pada 2000 ia disebut Asiaweek sebagai salah satu pemimpin milenium di bidang budaya Asia.

Namun reputasinya tercoreng pada November 2013, ketika seorang mahasiswi melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual yang berlangsung sejak Maret 2013. Korban, yang saat itu hamil tujuh bulan, mengaku dipaksa berhubungan intim berulang kali. Dua perempuan lain juga memberikan kesaksian serupa.

Pada 6 Oktober 2014, Sitok resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan dakwaan berdasarkan Pasal 286, 294 ayat 2, dan 335 KUHP. Namun proses hukumnya tersendat: berkas perkara sempat dikembalikan dua kali oleh kejaksaan karena dianggap belum lengkap, dan hingga kini kasus tersebut belum sampai ke persidangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses