oleh

Satu Tersangka Korupsi Dermaga Menuju Wisata Ditahan, Kejari Sumenep Bidik Pelaku Lain

PortalMadura.Com, Sumenep – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih memburu tersangka lain dugaan tindak pidana korupsi pembangunan tambat labuh (Dermaga) Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep.

Pada Selasa (25/7/2017) siang, baru satu tersangka yang ditahan, yakni Ahmad, warga desa setempat yang berperan sebagai bendahara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Majapahit.

Baca: Dugaan Korupsi, Bendahara Pokmas Majapahit Sumenep Ditahan

“Kasus ini masih dalam proses pengembangan. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” kata Kasi Pidsus (Pidana Khusus) Kejaksaan Negeri Sumenep, Agus Subagiya, pada PortalMadura.Com.

Pembangunan peningkatan dermaga tersebut dananya berasal dari hibah Pemprov Jatim tahun 2014 senilai Rp600 juta yang pengerjaannya dikelola oleh Pokmas Majapahit Sumenep dengan volume 10 x 20 meter.

Pihak penyidik belum menyebutkan nilai kerugian negara, karena masih proses hitung oleh lembaga keuangan negara. Namun, dari hasil penyidikan, pengerjaan dermaga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) proyek.

Rencananya, penyidik akan memanggil kembali sejumlah saksi, termasuk Ketua Pokmas Majapahit, inisial H dan pihak lainnya. “Ketua Pokmas tentu akan dipanggil lagi sebagai saksi,” tandasnya.

Dermaga Wisata

Aktivitas di dermaga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep tersebut cukup ramai. Selain dimanfaatkan oleh nelayan dari berbagai daerah, juga masyarakat yang akan menuju Sapudi dan Raas melewati dermaga tersebut.

Selain itu, juga sebagai dermaga yang dimanfaatkan para pengunjung destinasi wisata unggulan Pemerintah Sumenep, yakni wisata Oksigen (Pulau Giliyang).(Bahri/Hartono)



Komentar