PortalMadura.com–Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rubaru di Kecamatan Rubaru, Sumenep, memastikan setiap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan cita rasa. Kepala Dapur SPPG Rubaru, Moh Fadil Hasan, menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) ketat dan didampingi tenaga ahli gizi.
“Menu harian kami dirancang dengan komposisi gizi seimbang—karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral—sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional Republik Indonesia,” ujar Fadil, Senin (19/1/2025).
SPPG Rubaru dikelola oleh Yayasan Rumah Juang Garuda Emas dan melayani penerima manfaat program nasional MBG. Fadil menjelaskan, bahan baku yang digunakan selalu dipilih dalam kondisi segar dan layak konsumsi.
Kebersihan dapur, peralatan, serta higienitas seluruh proses pengolahan juga menjadi prioritas utama.
Ahli Gizi SPPG Rubaru, Syarifah Nur Laila, menambahkan bahwa evaluasi harian dilakukan melalui pengukuran sisa makanan (*food waste*).
Data ini menjadi acuan untuk menilai penerimaan menu oleh penerima manfaat.
“Jika sisa makanan melebihi ambang batas, kami segera lakukan penyesuaian—baik dari segi rasa, tekstur, maupun komposisi gizi,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada aspek nutrisi, tim SPPG Rubaru juga terus berinovasi dalam variasi menu agar tidak menimbulkan kejenuhan.
Menurut Syarifah, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari angka gizi, tetapi juga dari seberapa baik makanan tersebut diterima secara sensorik oleh penerima.
“Kami menilai secara holistik: gizi, rasa, kebersihan, kualitas, dan dampak jangka panjang terhadap kesehatan,” tegasnya.
Dengan pendekatan terpadu antara ilmu gizi, manajemen pangan, dan respons terhadap kebutuhan penerima, SPPG Rubaru membuktikan bahwa program MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui asupan gizi yang optimal.





