<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Pangeran Siding Margo &#8211; PortalMadura.com</title>
	<atom:link href="https://portalmadura.com/tag/pangeran-siding-margo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<description>Situs Berita Madura Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Jul 2022 16:08:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-Logo-PortalMadura-1-32x32.webp</url>
	<title>Pangeran Siding Margo &#8211; PortalMadura.com</title>
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8216;Telisik&#8217; Kesukaan Siding Margo Juruan Daya Hingga Jadi Jujukan &#8216;Ngalap&#8217; Berkah</title>
		<link>https://portalmadura.com/telisik-kesukaan-siding-margo-juruan-daya-hingga-jadi-jujukan-ngalap-berkah-123647/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/telisik-kesukaan-siding-margo-juruan-daya-hingga-jadi-jujukan-ngalap-berkah-123647/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Feb 2018 03:38:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA['Ngalap' Berkah]]></category>
		<category><![CDATA[Asta Juruan]]></category>
		<category><![CDATA[Asta Raja-raja Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pangeran Siding Margo]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Fatah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Kabbuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pesugihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=123647</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/telisik-kesukaan-siding-margo-juruan-daya-hingga-jadi-jujukan-ngalap-berkah-123647/">&#8216;Telisik&#8217; Kesukaan Siding Margo Juruan Daya Hingga Jadi Jujukan &#8216;Ngalap&#8217; Berkah</a></p>
<p>PortalMadura.com, Sumenep &#8211; Keberadaan makam (pesarean) di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, madura,...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/telisik-kesukaan-siding-margo-juruan-daya-hingga-jadi-jujukan-ngalap-berkah-123647/">&#8216;Telisik&#8217; Kesukaan Siding Margo Juruan Daya Hingga Jadi Jujukan &#8216;Ngalap&#8217; Berkah</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a></strong> &#8211; Keberadaan makam (pesarean) di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur yang lebih familiar disebut &#8216;Asta Juruan&#8217; oleh warga sekitar mempunyai keunikan dan kelebihan tersendiri.</p>
<p>Meski lokasinya mencapai lebih dari 24 kilo meter (km) dari jantung kota Sumenep ke arah utara. Namun, pengunjung dari berbagai daerah, khususnya Jawa Timur tidak pernah sepi, seperti dari Banyuwangi, Situbondo, Jember dan daerah sekitarnya.</p>
<p>Mereka ada yang menggunakan mobil pribadi, angkutan umum, bahkan ada yang menggunakan bus. Saat menggunakan angkutan besar seperti bus, maka harus diparkir di simpang 3 Desa Tengedan, Batuputih yang jaraknya kurang lebih 5 km. Mereka harus sewa angkutan lain, karena kondisi jalan sempit dan banyak tikungan tajam.</p>
<p>Hampir setiap hari Asta Juruan tersebut dipadati pengunjung dari luar daerah. Sedangkan masyarakat sekitar lebih suka berkunjung pada hari-hari tertentu, seperti hari Jumat dan Selasa. Mereka datang untuk berdoa kepada Allah SWT dan berharap hajatnya di kabulkan.</p>
<p><strong>Siapa Asta Juruan Itu?</strong></p>
<p>Dihimpun dari berbagai sumber, Asta Juruan adalah nama familiar yang digunakan oleh warga setempat. Asta sebutan lain dari makam dan Juruan adalah nama depan desa yang ditempati, Desa Juruan Daya. Ia adalah waliyullah yang meninggal dunia di daerah pegunungan.</p>
<p>Dilingkungan Keraton Sumenep menyebutnya Siding Margo. &#8220;Artinya, sido ing margo. Mate e gunung (meninggal dunia di gunung),&#8221; terang salah seroang sejarawan Sumenep, Tajul Arifin pada PortalMadura.Com.</p>
<p>Sebutan Siding Margo tersebut tidak begitu dikenal oleh warga sekitar Asta Juruan. Mereka menyebutnya, Raden Fatah. Ia adalah salah satu penyebar agama Islam pada abat ke-16 (bukan abat ke-15) di wilayah utara dari kota Sumenep.</p>
<p>Siding Margo (Raden Fatah) merupakan saudara dari Pangeran Katandur (Sayyid Ahmad Baidlawi yang makamnya ada di Desa Bangkal, Sumenep) dan merupakan cucu dari Sunan Kudus (Jakfar Sodik bin Sunan Ngudung).</p>
<p>Keduanya adalah putra dari Sayyid Amir Hasan Sunan Pakaos (Panembahan Pakaan) dari 12 bersaudara. Pangeran Katandur merupakan anak yang ke-9 dan Siding Margo (Raden Fatah) sendiri putra yang ke-12.</p>
<p><strong>Berikut silsilah singkatnya:</strong></p>
<p><em>Sayyid Ahmad Baidhawi (Pangeran Katandur), bin~</em><br />
<em>Sayyid Amir Hasan Sunan Pakaos / Panembahan Pakaan, bin~ </em><br />
<em>Sayyid Jakfar Shodiq Sunan Kudus, bin~</em><br />
<em>Sayyid Usyman Haji Sunan Ngudung, bin~</em><br />
<em>Sayyid Ali Murtadha Sunan Lembayung Fadlal (Rato Pandita Sepudi)</em>.</p>
<p>Sedangkan Sayyid Ali Murtadha ini merupakan keturunan Rasulullah SAW yang ke 21.</p>
<p>Waliyullah tersebut merupakan keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidatina Fatimah RA dari Sayyidina Husien bin Abitholib RA. (<em>Nukil dari kitab Al Faqir Mujahidun al Tarikhul Auliyak yang ditulis KH Bisri Mustofa -Rembang).</em></p>
<p><strong>&#8216;Telisik&#8217; Kesukaan Siding Margo (Asta Juruan)</strong></p>
<p>Sebelum tahun 90-an, warga sekitar yang mempunyai hajat mayoritas nanggap musik tradisional Saronen. Bahkan, saat berkunjung ke Asta Juruan, membawa group musik Saronen adalah sebuah keharusan. Mereka beranggapan kurang afdal bila tidak membawa group musik yang sampai saat ini berkembang pesat di daerah itu.</p>
<p>Mereka rela berjalan kaki meski dengan kondisi jalan berlumpur. Jalan menuju Asta Juruan baru di aspal tahun 1992 melalui program ABRI masuk desa ke daerah tersebut.</p>
<p><em>Kenapa harus musik Saronen?</em>. Ternyata, musik Saronen adalah kesukaan dari Siding Margo yang dijadikan salah satu alat media dakwa pada zamannya.</p>
<p>Tempo dulu, pada saat menggelar selamatan tahunan (haul akbar) di Asta Juruan, pengelola Asta Juruan juga menggelar pertunjukan musik saronen. Kesenian ludruk ikut digelar dari siang hari hingga semalam suntuk.</p>
<p>Kegiatan tersebut mempunyai nilai sangat sakral bagi lingkungan sekitar dan terkandung makna tersendiri. Tak ayal, saat perayaan tahunan tersebut, warga sekitar yang mayoritas petani berbondong-bondong membawa hasil panennya. Hewan ternak pun &#8220;dilepas&#8221; (dipersembahkan) pada pengelola untuk acara ritual tersebut.</p>
<p>Dalam perkembangannya, selamatan tahunan diganti dengan pembacaan tahlil dan menghatamkan Al-Quran oleh warga sekitar. Kemasan ceramah agama dari berbagai tokoh menjadi kegiatan rutin saat ini. Kekeramatan Asta Juruan pun semakin luar biasa.</p>
<p><strong>Jujukan &#8216;Ngalap&#8217; Berkah</strong></p>
<p>Asta Juruan kini menjadi salah satu jujukan ngalap berkah. Bila tempo dulu hanya pada saat tertentu, semisal perayaan tahunan dan mereka yang mempunyai nadar. Saat ini, justru banyak yang datang siang dan malam hari.</p>
<p>Seperti layaknya makam waliyullah pada umumnya. Siang dan malam hari banyak yang berkunjung untuk membaca Al -Quran, baca tahlil dan berdoa. Mereka mempunyai keyakinan tersendiri bahwa hajatnya akan terkabulkan atas izin Allah.</p>
<p>Para petani yang berkunjung, juga termotivasi untuk membeli tali hidung sapi yang dijual warga sekitar di depan makam. Dengan membawa pulang tali hidung sapi tersebut, diyakini akan ada berkah tersendiri pada hewan ternaknya.</p>
<p>Biasanya, mereka bernadar (<em>aniat</em>, Madura). Bila sudah mencapai 1 lusin atau 12 ekor sapi, maka satu diantaranya akan &#8220;dilepas&#8221; (dipersembahkan) pada pengelola Asta Juruan. Kepercayaan ini sejak dulu hingga saat ini tetap tertanam bagi pengunjung yang pekerjaannya bertani.</p>
<p>Jadi jangan heran bila banyak penjual tali hidung sapi di depan Asta (makam) Juruan tersebut.</p>
<p><strong>Baca: </strong><em><a href="https://portalmadura.com/siput-ajaib-peninggalan-pangeran-siding-margo-di-desa-juruan-laok-sumenep-123145" target="_blank" rel="noopener">Siput Ajaib, Peninggalan Pangeran Siding Margo</a></em></p>
<p>Berbeda dengan para pengusaha atau pekerjaan lainnya. Mereka membawa bunga yang diambilkan dari atas batu nisan untuk dibawa pulang setelah selesai berdoa atau membaca Al Quran dan baca tahlil di area pesarean Asta Juruan.<strong>(Hartono)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/telisik-kesukaan-siding-margo-juruan-daya-hingga-jadi-jujukan-ngalap-berkah-123647/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siput Ajaib, Peninggalan Pangeran Siding Margo di Desa Juruan Laok Sumenep</title>
		<link>https://portalmadura.com/siput-ajaib-peninggalan-pangeran-siding-margo-di-desa-juruan-laok-sumenep-123145/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/siput-ajaib-peninggalan-pangeran-siding-margo-di-desa-juruan-laok-sumenep-123145/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2018 07:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Asta Juruan]]></category>
		<category><![CDATA[Asta Raja-raja Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Batuputih]]></category>
		<category><![CDATA[Pangeran Siding Margo]]></category>
		<category><![CDATA[Siput Ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Kabbuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=123145</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/siput-ajaib-peninggalan-pangeran-siding-margo-di-desa-juruan-laok-sumenep-123145/">Siput Ajaib, Peninggalan Pangeran Siding Margo di Desa Juruan Laok Sumenep</a></p>
<p>PortalMadura.com, Sumenep &#8211; Sumber Kabbuan yang berlokasi di Dusun Kapeng, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih,...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/siput-ajaib-peninggalan-pangeran-siding-margo-di-desa-juruan-laok-sumenep-123145/">Siput Ajaib, Peninggalan Pangeran Siding Margo di Desa Juruan Laok Sumenep</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a></strong> &#8211; Sumber Kabbuan yang berlokasi di Dusun Kapeng, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur tergolong ajaib.</p>
<p>Satu-satunya mata air yang tempo dulu disebut-sebut dimanfaatkan untuk bercocok tanam oleh Pangeran Siding Margo pada abat ke 16 terdapat banyak siput (bekecot/achatina fulica) berukuran kecil berwarna hitam.</p>
<p>Air dari siput tersebut dipercaya sebagai obat untuk penyakit kuping. Warga sekitar, secara turun-temurun menjadikan air siput itu untuk obat. Bahkan, kepercayaan itu tetap berlangsung hingga saat ini.</p>
<p>Atas kehendak Allah, warga yang berobat menggunakan air siput tersebut sembuh total tanpa harus ke medis.</p>
<p>Tidak ada yang tahu berasal dari mana siput tersebut. Dari sumber utama yang terletak di sebelah timur pemandian umum, siput-siput hitam kecil tersebut dapat diambil oleh siapa pun tanpa harus bayar. Siput itu jumlahnya banyak dan tidak ada habis-habisnya.</p>
<p>Warga menyebutnya siput ajaib dari mata air Pangeran Siding Margo. Sumber tersebut diberi nama Sumber Kabbuan. Di sumber utama, juga banyak terlihat ikan lele warna-warni dan unik.</p>
<p><strong>Penamaan Sumber Kabbuan</strong></p>
<p>Sumber Kabbuan tidak lepas dari keajaiban atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. Konon, sumber tersebut airnya mengalir sangat besar dan diprediksi akan banjir serta bisa merusak lahan pertanian sekitarnya. Sumber ini bukan buatan manusia, namun air keluar secara alami.</p>
<p>Warga bersama Siding Margo akhirnya memutuskan untuk ditutup menggunakan sebuah alat musik berbentuk bundar yang dipukul (<em>Tabbuan</em>, alat musik yang dipukul). Berawal dari itulah, aliran air mengecil dan lahan pertanian terselamatkan. Maka diberi nama sumber Kabbuan persamaan dari kata <em>Tabbuan</em>.</p>
<p>Sekretaris Desa Juruan Laok, Batuputih, Sumenep, Ach. Masroyo menjelaskan, kondisi sumber utama Kabbuan masih alami. Meski ada pembangunan di bagian pemandian umum, warga tidak berani mengganti struktur batunya.</p>
<p>&#8220;Kondisi sumber itu dibiarkan alami. Warga hanya membersihkan setiap tahun agar aliran air tetap lancar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia mengakui, bawah masyarakat sekitar masih percaya dengan keajaiban air dan siput yang ada di sumber utama tersebut. &#8220;Ini di luar nalar manusia, karena faktanya memang warga yang ke sana sembuh, terutama yang menderita sakit kuping,&#8221; katanya.</p>
<p>Bahkan, tidak harus berulang kali. Sekali melakukan pengobatan sendiri dengan media air siput yang diteteskan ke kuping yang sakit, mereka merasakan kesembuhan atas Rida Allah.</p>
<p><strong>Tidak Ada Tumbal</strong></p>
<p>Warga yang merasakan keajaiban dari air dan siput Sumber Kabbuan tidak perlu tumbal. Bahkan, tidak ada pembiayaan apa pun. Mereka hanya membawa ketupat untuk memberi makan pada ikan lele yang warna-warni di dalam sumber tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebagai wujud syukur, mereka memberi makan pada ikan yang ada di sumber utama itu. Itu saja,&#8221; imbuh Masroyo.</p>
<p><strong>Rute</strong></p>
<p>Untuk sampai ke Sumber Kabbuan tidak sulit. Dari jantung kota Sumenep berjarak 20-an KM dan dapat dilalui dengan motor, roda empat maupun mobil penumpang umum jurusan Kecamatan Batuputih.</p>
<p>Di simpang 3 Tokur Sonok (Desa Tengedan) belok kiri (menuju utara). Jalan itu, satu-satunya jalan menuju Makam Asta Juruan (Siding Margo). Sekitar 1 KM dari simpang 3 tersebut, Anda akan menemukan jalan menuju Sumber Kabbuan atau jalan menuju Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Wathan, Dusun Kapeng, Juruan Laok. Di halaman MI ini, kendaraan bermotor dapat diparkir.</p>
<p>Bila akan melanjutkan perjalanan menuju Makam (Asta) Juruan (Siding Margo), masih dibutuhkan perjalanan 5 KM dari lokasi Sumber Kabbuan tersebut.</p>
<p><strong>Siapa Siding Margo?</strong></p>
<p>Siding Margo yang saat ini makamnya ada di Desa Juruan Daya dengan nama Raden Fatah adalah salah satu penyebar agama Islam pada abat ke-16 di wilayah utara dari kota Sumenep.</p>
<p>Ia merupakan saudara dari Pangeran Katandur (Sayyid Ahmad Baidlawi)-makamnya ada di Desa Bangkal, Sumenep dan merupakan cucu dari Sunan Kudus (Jakfar Sodik bin Sunan Andung).</p>
<p>Keduanya adalah putra dari Panembahan Pakaos dari 12 bersaudara. Panembahan Pakaos atau Sayyid Sholeh merupakan anak yang ke-9.</p>
<p><strong>Arti Siding Margo</strong></p>
<p>Salah satu sejarawan Sumenep, Tajul Arifin menjelaskan, Siding Margo adalah sebuah sebutan. &#8220;Artinya,<em> sido ing margo</em>. <em>Mate e gunung</em> (meninggal dunia di gunung),&#8221; terang Tajul pada PortalMadura.Com, Senin (12/2/2018).</p>
<p>Sayangnya, keberadaan Siding Margo atau Raden Fatah begitu warga setempat menyebutnya, tidak ada yang tahu kapan lahir dan wafat. Batu nisan sudah diganti dan pesarean Siding Margo juga ditemukan oleh warga sekitar dengan tanda-tanda bernuansa mistis.</p>
<p><strong>Tonton Juga :</strong><em> Liputan Keunikan Asta Juruan</em></p>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Keunikan Asta Juruan, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/XSaplqNICXg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Sumber lain menyebutkan, pesarean Siding Margo dulunya hutan belantara. Keberadaannya ditemukan oleh warga karena sering terjadi peristiwa mistik. Salah satunya ada penunggang kuda yang membawa beras ternyata berubah menjadi garam.</p>
<p>Dari itulah muncul keinginan masyarakat setempat untuk mengetahui penyebab yang timbul dengan adanya beberapa keanehan yang sering kali terjadi di daerah tersebut. Langkah yang dilakukannya adalah melakukan ritual suci berupa tahlilan serta menggelar musik khas Madura, berupa saronen yang ditampilkan semalam suntuk.</p>
<p>Warga datang berbondong-bondong ke lokasi ritual tersebut. Warga setempatnya menyebutnya<em> salameddan</em> (Selamatan). Mereka membawa berbagai macam hasil panen, seperti buah-buahan dan makanan pokok serta binatang terna.</p>
<p>Berkat ritual tersebut, datanglah petunjuk (ilham, warga menyebutnya) kepada salah satu pemuka agama bahwa di daerah tersebut terdapat jasad (makam) seorang waliyullah yang meninggal dunia saat bertapa dan minta dikuburkan di daerah tersebut.</p>
<p>Kebiasaan warga sekitar membawa hasil pertanian dan hewan, baik ayam, kambing maupun sapi masih berlangsung sampai saat ini. Dalam perkembangannya, bawaan mereka diniatkan untuk sedekah. <strong>(Hartono)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/siput-ajaib-peninggalan-pangeran-siding-margo-di-desa-juruan-laok-sumenep-123145/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.youtube.com/embed/XSaplqNICXg?feature=oembed" medium="video" width="1280" height="720">
			<media:player url="https://www.youtube.com/embed/XSaplqNICXg?feature=oembed" />
			<media:title type="plain">Berita Dan Info Pangeran Siding Margo Terbaru - PortalMadura.com</media:title>
			<media:description type="html"><![CDATA[Kumpulan Berita Pangeran Siding Margo Terlengkap dan Terbaru, Selengkapnya di PortalMadura.com]]></media:description>
			<media:thumbnail url="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2022/07/Metos-Sumber-Kabbuan-Siput-Hitam-Jadi-Obat-Kuping1.webp" />
			<media:rating scheme="urn:simple">nonadult</media:rating>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
