oleh

Umat Muslim, Biasakanlah Bicara dengan Baik

PortalMadura.Com – Perkataan merupakan hal penting yang harus kita jaga. Karena perkataan lah kita bisa beruntung dan karena perkataan juga lah kita bisa celaka.

Bagi mereka orang yang tidak berbicara dengan baik, atau selalu mengumpat dan menyakiti hati orang lain, sungguh akan menimbulkan masalah yang besar baginya juga orang atau sesuatu yang ia bicarakan.

Maka dari itu, mengapa Islam selalu menganjurkan kita untuk membiasakan diri dengan pembicaraan atau perkataan yang baik? Mari kita bahas bersama.

Firman Allah SWT :

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah (takutlah) kepada Allah dan ucapkanlah kata-kata yang benar”.

“Dan sampaikan kepada manusia (Masyarakat) kata-kata yang baik”.

Nabi SAW juga sudah mengatakan :

Artinya:

“Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau (jika tidak), hendaklah ia diam saja.” (HR. Bukhari)

Imam Nawawi, mengomentari hadits Nabi di atas: “Sabda Rasulullah SAW: “Maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau hendaklah ia diam”, bermakna jika seseorang ingin menyampaikan pendapat, pikiran, gagasan, maka pertimbangkanlah dan pikirkan dengan jernih. Jika apa yang ia sampaikan itu kebaikan, maka sampaikanlah, dan jika tidak jelas kebaikannya maka hendaklah ia menahan diri, karena dikawatirkan menimbulkan masalah yang buruk.”. ( Syarah An Nawawi ‘ala Shahih Muslim, 2/19).

Imam Syafi’i merespon hadis ini seraya mengatakan :

“Jika seseorang ingin bicara, maka hendakkah berpikir lebih dulu. Jika bermanfaat, sampaikanlah. Jika ragu, tak usah bicara”.

Nabi juga bersabda :

“Tanda muslim yang baik adalah meninggalkan hal-hal yang tak penting”.

Allah juga berfirman:

“Dan janganlah kamu menyampaikan/mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran (telinga yang mendengar), pengelihatan (mata yang melihat) dan hati (pikiran) semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya”. (QS. Al-Isra: 36).

Imam Qatadah menjelaskan ayat di atas, “Janganlah kamu mengatakan ‘Aku melihat’ padahal kamu tidak melihat, atau: ‘Aku mendengar’ padahal kamu tidak mendengar, atau ‘Aku tahu’ padahal kamu tidak tahu, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban atas semua hal tersebut.”

Jadi kesimpulannya adalah, jangan lah kita sebagai umat muslim memiliki sifat yang sembrono, berbicara tanpa berpikir, berbicara yang tidak baik. Lisan kita itu ibarat belati. Yang artinya bisa melukai hati orang lain jika kita tidak hati-hati. Kalau orang terluka karena benda tajam masih bisa disembuhkan dengan cepat dan menjalani pengobatan, tapi kalau hati yang tersakiti oleh pembicaraan lisan kita, mungkin bisa jadi akan tertanam sebuah dendam yang mendalam. Selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain bukan? Allah SWT selalu bersama kita orang-orang yang bertaqwa kepada-Nya.

Sebagai umat muslim, kita harus menyampaikan pendapat dengan baik, berbicara tanpa menyakiti perasaan orang lain, jangan asal sok tahu dan sok pintar padahal inti pembicaraannya juga otaknya kopong. Berpikirlah sebelum berbicara, jangan kalah sama dubur kita yang kalau ingin mengeluarkan gas harus lihat sekeliling dulu. Semoga bermanfaat dan semoga kita selalu menjadi insan yang berpikir luas tanpa mengedepankan ego dan kesombongan kita yang hanya sebagai manusia biasa. Wallahu a’lam.

Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : islami.co
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE