oleh

Umat Muslim, Ini 4 Keringanan Salat Bagi Orang yang Sakit

Bayar pajak itu wajib

PortalMadura.Com – Salat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap umat muslim yang ada dibelahan bumi ini. Kita tahu bahwa salat merupakan tiang agama umat Islam. Jika kita tidak salat maka hancurlah keimanan kita.

Salat juga merupakan amalan pertama yang akan Allah tanyakan juga pertimbangkan diakhirat kelak.

Baik kita sedang dalam keadaan sakit atau sehat, salat tetap harus kita laksanakan. Namun dalam hal salat, Allah SWT selalu memberikan keringanan kepada hambanya yang sakit. Berikut ini merupakan 4 keringanan yang Allah berikan untuk orang sakit ketika akan melaksanakan salat.

Kemudahan dalam beban menjaga kesucian

Orang yang sakit sekiranya ia tidak mampu menggunakan air dalam bersuci dari hadats kecil atau besar ia diperbolehkan menggunakan debu sebagai pengganti dari air, sebagaimana termuat dalam firman Allah SWT. surah al–maidah ayat 6. Jika masih belum mampu bertayamum maka ia diperkenankan shalat semampunya. Begitupun kesucian badan pakaian, dan tempat. Jika tidak mungkin dihilangkan dengang air atau alat lainnya maka diperkenankan melangsungkan salat apa adanya tanpa harus meninggalkan salat, sesuat dengan Sabda Nabi Muhammad SAW. yang berbunyi:

“Jika kalian disuruh mengerjakan suatu perintah maka lakukanlah sebagaimana kemampuan kalian”

Gugurnya kewajiban menghadiri salat jumat

Salat Jumat sebagai ibadah ritual-sosial tentunya berbeda dari salat lima waktu. Kewajiban dalam melaksanakannya tidak berlaku umum. Ia hanya diwajibkan bagi laki-laki saja, tidak untuk perempuan. Bahkan kewajibannya bisa digugurkan oleh laki-laki yang sedang sakit dan musafir sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka diwajibkan atasnya melaksanakan salat jumat, kecuali orang sakit, musafir, perempuan,anak-anak dan budak.”

“Malaksanakan salat jumat dengan berjamaah merupakan kewajiban orang muslim kecuali budak, perempuan, anak-anak dan orang yang sakit.”

Pengurangan dan pengalihan beban rukun salat

Loading...

Orang yang sedang sakit -berkat kemudahan yang diberikan oleh Islam boleh menunaikan kewajiban salat sekalipun tidak sempurna sesui dengan tingkat kesakitannya. Jika ia tidak mampu berdiri, boleh melaksnakannya dengan cara duduk. Jika duduk tidak bisa boleh dilaksanakan dengan cara berbaring disertai gerakan yang menandakan perpindahan dari rukun kerukun sebagai mana sabda Nabi Muhamad SAW. berikut:

“Dari ‘Imran bi Hushain Rasulullah SAW. bersabda: salatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu maka dengan cara duduk. Jika duduk masih belum mampu maka shalatlah dengan cara berbaring.”

Kebolehan mengumpulkan (al–jam’u) dua salat dalam satu waktu

Kemudahan mengumpulkan dua salat (al-jam’u bain as-sholatain) dalam satu waktu tidak hanya disuguhkan bagi orang yang sedang dalam perjalanan. Akan tetapi, orang yang sedang sakit juga diperbolehkan melaksanakan salat dengan cara mengumpulkan dua shalat (al-jam’u bain as-sholatain) dalam satu waktu.

Baik berupa taqim (mengumpulkan salat yang belum tiba waktunya pada waktu salat yang sudah tiba waktunya) atau ta’khir (mengumpulkan salat yang waktunya sudah tiba pada salat yang waktunya belum tiba).

Contoh dari jama’ taqdim adalah mengumpulkan salat Ashar pada salat duhur dan salat isya’ pada salat maghrib. Sedang jika sebaliknya, mengumpulkan salat duhur pada salat asar dan salat maghrib pada salat isya’ dikatakan jama’ ta’khir.

Rasululllah SAW. bersabda:

“Rasulullah SAW. pernah mengumpulkan dua salat dalam satu waktu, yaitu antara duhur dan asar dan antar magrib dan isya’ dalam kondisi aman dan tanpa hujan”

“Umar bin Khattab, mengatakan pada Rasulullah bahwa ia belum melaksakan salat asar sedangkan matahati nyaris terbenam. Rasul menjawab bahwa ia juga belum melaksanaknnya. Kemudian mereka berwudu’ dan melaksanakan salat asar setelah matahari terbenam”

Itulah 4 keringanan yang Allah berikan kepada hambanya yang sakit ketika hendak melaksankan ibadah salat. Sungguh Maha besar Allah yang memberikan kemudahan bagi hambanya yang susah. Jadi, ketika kalian sakit tetap jangan lupakan kewajiban salat ya. Sakit yang diberikan oleh Allah akan menggugurkan dosa ketika, dan tetaplah beribadah kepada-Nya agar kesehatan akan kita dapatkan dengan rido-Nya. Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.


Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : bincangsyariah.com


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar