oleh

Umat Muslim, Ini Golongan yang Buruk Ketika Kiamat Tiba

PortalMadura.Com – Kiamat merupakan hari dimana seluruh bumi ini akan hancur, seluruh makhluk yang bernyawa akan mati, dan tentunya tidak ada yang tau kapan hari itu akan tiba. Manusia yang hidup di dunia tidak semuanya memiliki bekal atau iman yang cukup, yang namanya manusia tentu masih punya dan masih melakukan yang namanya dosa dan kesalahan baik disengaja ataupun tidak. Berikut ini merupakan golongan yang termasuk buruk ketika hari kiamat datang.

Dalam QS Al Hajj ayat 7 disebutkan:

“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur”

Setiap amal yang diperbuat akan mendapatkan balasan yang setimpal dari-Nya. Tak ada lagi ampunan dan maaf pada saat itu. Merugilah mereka yang senantiasa lupa atau tidak beramal shaleh lantaran banyak alasan yang mereka buat. Namun dari sekian banyak golongan dari umat Nabi Muhammad, ada suatu golongan yang disebut sebagai hamba paling buruk pada hari kiamat. Siapak dia? Rasulullah bersabda dalam hadisnya:

Loading...

“Hamba yang paling buruk pada hari kiamat adalah pemimpin yang menyeleweng (aniaya) lagi rusak akalnya”

Pemimpin yang melakukan penyelewengan tentu sedang tidak beriman kepada Allah. Sebab jika ia masih memiliki iman, ia tak akan menyeleweng dengan berbagai hal yang dilarang oleh agama. Ia senantiasa menjauh dengan perihal yang dilarang oleh-Nya, termasuk menyeleweng. Sesungguhnya manusia terbaik yang ditunjuk untuk bekerja adalah orang yang kuat dan amanah. Pemimpin itu ditunjuk agar bisa mengatur kemaslahatan umat, bukan untuk kedzaliman atau penyelewangan yang merugikan orang banyak.

Dengan demikian, berhati-hatilah bagi kita yang sudah mengemban sebuah amanat dalam memimpinnya. Jangan sampai termasuk dari pemimin yang disebutkan Nabi sebagai golongan yang paling buruk esok di hari kiamat. Pemimpin adalah orang yang dijadikan panutan oleh orang lain, yang memiliki sebuah visi dan misi yang harus dikembangkan dengan atau bersama anggota kelompoknya. Pemimpin yang bisa berbuat baik dan bisa mempengaruhi orang lain untuk berbuat baik pula, baginya pahala yang terus mengalir. Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.


Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : bincangsyariah.com
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar