oleh

Umat Muslim, Kekanglah Nafsumu agar Kemalasan tidak Menghantui

PortalMadura.Com – Sifat malas memang selalu ada didalam diri setiap masing-masing manusia yang ada dimuka bumi ini. Tidak dapat dipungkiri itu memang sifat alamiah dari diri seorang manusia yang tidak bisa dihindari bahwa manusia itu punya titik jenuh dalam hidupnya. Dari jenuh itulah, akhirnya tumbuh rasa malas yang sebenarnya bosan untuk melakukan hal yang itu-itu saja. Lalu bagaimana cara Islam menangani hal tersebut ? Mari kita bahas bersama.

Dari Imam Al-Bushiri di dalam qashidah Burdahnya.

“Nafsu itu bagaikan bayi jika kau biarkan, tumbulah ia dengan suka menetek, jika kau sapi maka tersapihlah ia.”

Dalam diri manusia memang ada nafsu yang baik dan buruk. Nafsu yang buruk adalah nafsu lawwamah yang selalu mengajak diri ini untuk bermaksiat kepada Allah SWT. dan malas-malasan dalam berbuat kebaikan.

Imam Al-Bushiri di dalam nadzam tersebut memberikan solusi agar kita tidak terus terjebak pada nafsu yang memanjakan kemalasan tersebut, yakni dengan cara melatihnya. Sebenarnya nafsu itu bagaikan anak kecil yang harus disapih untuk tidak menyusu kepada ibunya ketika sudah genap usia dua Tahun. Ketika anak kecil itu tidak disapih, tetapi dibiarkan saja menyusu kepada ibunya, maka anak itu pasti akan terus meminta menyusu kepada ibunya sampai lebih dari dua Tahun.

Tetapi ketika ia sudah disapih, dilatih untuk tidak menyusu kepada ibunya, maka pasti bayi itu akan terbiasa untuk tidak menyusu kepada ibunya. Bahkan tidak jarang sang ibu akan melakukan dengan segala cara agar anaknya tidak menyusu lagi. Bisa dengan cara memberikan lipstik berwarna merah agar anaknya takut dengan puting sang ibu, atau meminta air doa dari seorang ulama yang diminumkan kepada sang bayi.

Loading...

Begitu pula dengan nafsu. Hendaknya ia tidak dituruti terus menerus. Tetapi latihlah nafsumu dengan tidak menurutinya. Tegaslah pada diri Anda seperti seorang ibu yang tegas dan tega walau dengan hati yang lara anaknya masih menangis minta disusui. Jika tidak, maka nafsu itu akan terus menerus meminta Anda untuk dituruti kehendaknya.

Namun, jika Anda telah mampu melatih nafsu itu dengan tegas tidak menurutinya, maka Insya Allah Anda akan terbiasa, nafsu itu pun akan terbiasa.

Dalam hal ini, Syekh Ibn Athaillah dalam kitabnya Al-Hikam juga berkata:

“Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah pengumbaran nafsu. Dan pangkal dari segala ketaatan, kewaspadaan, dan kebajikan adalah pengekangan nafsu.”

Dengan demikian, maka agar tidak malas, kekanglah nafsumu. Jangan kau turuti terus menerus. Jangan kau biarkan terus menerus. Tetapi sapihlah ia sebagaimana seorang ibu menyapih bayinya.

Itulah penjelasan Islam mengenai menuruti nafsu yang akhirnya tumbuhlah rasa malas dalam diri seorang manusia. Jadi, jangan lagi kita terlalu menuruti nafsu ya. Nafsu itu tidak baik jika selalu dituruti dan dimanja. Selain merugikan diri sendiri juga merugikan bagi orang yang terikat dengan kita. Misalnya pekerjaan, karena malas kita jadi tidak masuk dan membiarkan pekerjaan kita terbegkalai dan malah merepotkan orang lain. Tanamkan lah rasa semangat dan pantang menyerah agar kemalasan kita tidak termakan oleh nafsu dalam diri. Semoga bermanfat,Wa Allahu A’lam bis Shawab.


Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : bincangsyariah.com


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE