oleh

Umat Muslim, Ketahuilah Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadan

PortalMadura.Com – Ajal seorang manusia yang ada di muka bumi ini tidak pernah ada yang tahu. Memang yang benyawa sudah pasti mati. Akan tetapi pertanyaannya adalah sudah siapkah kita ini?

Pastinya siap tidak siap kita harus siap. Karena yang tahu kapan kita pulang ke Rumah Allah SWT, ya hanyalah Allah SWT.

Meninggal dalam keadaan khusnul khotimah adalah impian setiap orang Islam. Waktu yang bagus pun menjadi target dan impian dari seorang muslim. Lalu bagaimana jika ada muslim yang meninggal di waktu Ramadan? Apa sih keutamaannya? Mari kita bahas bersama.

Allah Swt berfirman dalam surah al-Jum’ah: 8,

“Katakanlah: sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. al-Jumu’ah: 8)

Setidaknya, banyak keberkahan yang ada di bulan Ramadan ini. Pertama, Nabi SAW. menyambut bulan Ramadan dengan gembira. Tidak sama dengan bulan-bulan yang lainnya. Jika Ramadan tiba, Nabi Saw. mengumumkan kepada sahabat beliau dengan riang.

“Wahai sahabat-sahabatku. Bulan Ramadan telah tiba menemui kalian. Bulan (penuh) berkah. Allah mewajibkan puasa kepada kalian.” (HR. Nasa’i dan Ahmad)

Di bulan Ramadan ini, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan dibelenggu.

Pada bulan yang istimewa ini terdapat suatu malam yang mulia dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar. Di setiap hari Ramadan, ada hamba-hamba yang dibebaskan dari siksa neraka.

Rasulullah Saw. bersabda,

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah)

Keutamaan meninggal dunia di bulan Ramadan secara khusus, tidak ada dalil dalam Alquran atau hadis yang menjelaskan keutamaan meninggal di bulan Ramadan atau di waktu tertentu. Syekh Ibnu Utsaimin r.a menjelaskan:

“Hadis-hadis yang menerangkan keutamaan meninggal di hari tertentu tidak ada yang sahih. Karena pahala seorang bergantung pada amalannya, itulah yang bisa dia usahakan.”

Namun, ada hadis menerangkan keutamaan meninggal dunia saat sedang puasa:

“Siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.”

Siapa berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.

“Siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad)

Namun, Ramadan adalah waktu yang mulia, penuh dengan keistimewaan seperti yang tersebut di atas. Sehingga seorang yang meninggal diwaktu mulia seperti ini, pertanda baik dan ada tambahan rahmat untuknya jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan beramal salih. Bisa dikatakan, meninggalnya seorang yang salih di bulan yang mulia ini, adalah tambahan kabar gembira untuknya dan untuk keluarga yang dia tinggal.

Nabi Saw. menerangkan tentang husnul khotimah:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya. Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?”
tanya para sahabat. Rasulullah Saw. menjawab, “Dia dimudahkan untuk beramal salih sebelum meninggal.” (HR. Ahmad)

Nah itulah jawaban keutamaan seorang muslim yang meninggal di Bulan Ramadan. Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.


Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : bincangsyariah.com

Komentar