PortalMadura.com – Harga emas dan perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini, Minggu (8/3/2026). Nilai logam mulia ini masih mengikuti harga penutupan akhir pekan Sabtu kemarin, memberikan kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi di harga yang stabil.
Berdasarkan data resmi dari Butik Emas LM, harga emas batangan Antam hari ini berada di level Rp1.480.000 per gram. Kestabilan harga ini terjadi setelah fluktuasi yang cukup dinamis sepanjang pekan pertama Maret. Tidak hanya emas, harga perak murni batangan juga tidak bergeming di angka Rp53.100 per gram untuk pecahan dasar.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Bagi Anda yang berencana melakukan investasi, berikut adalah rincian harga emas batangan Antam untuk beberapa pecahan populer:
- Pecahan 0,5 gram: Rp790.000
- Pecahan 1 gram: Rp1.480.000
- Pecahan 10 gram: Rp14.295.000
- Pecahan 100 gram: Rp142.112.000
Sementara itu, harga beli kembali (buyback) oleh Antam berada di kisaran Rp1.370.000 per gram. Harga ini merupakan acuan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali aset mereka ke Butik Emas Antam.
Harga Perak Batangan Tetap Stagnan
Mengikuti tren emas, komoditas perak Antam juga menunjukkan grafik yang datar. Untuk pecahan besar 250 gram, harga saat ini dipatok sebesar Rp15.179.250, sementara untuk pecahan 500 gram berada di angka Rp29.958.500. Harga tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen sesuai aturan yang berlaku.
Perlu diingat bahwa sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi pembelian emas batangan dikenakan PPh 22. Pemegang NPWP akan dikenakan potongan pajak sebesar 0,45 persen, sedangkan untuk non-NPWP dikenakan pajak sedikit lebih tinggi, yakni 0,9 persen.
Prospek Investasi Logam Mulia
Kondisi harga yang stabil di akhir pekan ini sering dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk memantau pergerakan ekonomi global sebelum pasar dibuka kembali pada Senin esok. Logam mulia tetap menjadi pilihan instrumen investasi aman (safe haven) di tengah ketidakpastian kondisi finansial global saat ini.







