Update Harga Sembako Nasional 26 Juni 2026: Cabai Turun, Beras dan Gula Stabil, Pemerintah Terus Jaga Pasokan

Avatar of PortalMadura.com
Gejolak Harga Sembako Mencekik Daya Beli: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp74 Ribu di Tengah Kenaikan BBM
Gejolak Harga Sembako Mencekik Daya Beli: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp74 Ribu di Tengah Kenaikan BBM

PortalMadura.com – Harga berbagai kebutuhan pokok strategis di tingkat nasional menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada akhir Juni 2026, dengan beberapa komoditas seperti cabai dan bawang terpantau mengalami penurunan, sementara beras dan gula pasir cenderung stabil.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, per Kamis, 25 Juni 2026, sejumlah komoditas hortikultura menunjukkan koreksi harga yang positif bagi konsumen setelah periode kenaikan sebelumnya.

Fluktuasi Harga Komoditas Utama Hari Ini

Kelompok Cabai Menunjukkan Tren Penurunan

Cabai rawit merah tercatat berada di angka Rp 70.400 per kilogram (kg) pada 25 Juni 2026, mengalami penurunan signifikan sebesar 8,81 persen atau sekitar Rp 6.800 dibandingkan periode sebelumnya.

Harga ini merupakan kabar baik setelah sebelumnya mencapai Rp 71.600 per kg pada 24 Juni dan Rp 77.350 per kg pada 1 Juni 2026.

Cabai merah besar juga mengalami penurunan sebesar 6,14 persen, jatuh Rp 3.550 menjadi Rp 54.300 per kg pada 25 Juni 2026.

Demikian pula, cabai merah keriting terpantau turun 3,51 persen atau Rp 1.950, sehingga harganya menjadi Rp 53.600 per kg.

Cabai rawit hijau pun tidak luput dari koreksi harga, turun 4,63 persen atau Rp 2.550, dan kini berada di kisaran Rp 52.550 per kg.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Juga Turun

Komoditas bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan harga sebesar 4,64 persen atau Rp 2.500, mencapai Rp 51.350 per kg pada 25 Juni 2026.

Angka ini menunjukkan penurunan dari Rp 52.250 per kg pada 24 Juni dan Rp 54.350 per kg pada 7 Juni 2026.

Sementara itu, bawang putih turut menunjukkan penurunan, tercatat Rp 43.450 per kg pada hari yang sama, setelah sebelumnya Rp 44.150 per kg pada 24 Juni 2026.

Beras dan Gula Pasir Terpantau Stabil di Pasaran

Untuk komoditas pokok seperti beras, harga terpantau stabil di berbagai kualitas pada 25 Juni 2026.

Beras kualitas bawah I bertahan di harga Rp 14.650 per kg, dan beras kualitas bawah II seharga Rp 14.600 per kg.

Beras kualitas medium I dan medium II masing-masing stabil pada Rp 16.300 per kg dan Rp 16.100 per kg.

Harga beras kualitas super I dan super II juga tidak mengalami perubahan signifikan, berada di Rp 17.600 per kg dan Rp 17.100 per kg.

Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp 20.300 per kg, sementara gula pasir lokal berada di Rp 19.100 per kg, keduanya menunjukkan stabilitas harga yang menggembirakan.

Daging dan Telur Ayam Ras Mengalami Pergerakan Variatif

Harga daging ayam ras segar pada 25 Juni 2026 berada di kisaran Rp 37.150 per kg, sedikit meningkat dari Rp 36.950 per kg pada 24 Juni 2026.

Namun, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal Juni yang mencapai Rp 41.650 per kg pada 1 Juni 2026, menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan sepanjang bulan.

Harga telur ayam ras juga menunjukkan stabilitas yang cenderung menurun, tercatat Rp 29.750 per kg pada 25 Juni 2026, sedikit turun dari Rp 29.800 per kg pada 24 Juni 2026.

Daging sapi kualitas I dijual Rp 149.450 per kg dan daging sapi kualitas II Rp 140.900 per kg, keduanya menunjukkan sedikit penurunan dari hari sebelumnya.

Secara spesifik, per 26 Juni 2026, harga daging dan telur ayam kampung dilaporkan mengalami penurunan.

Minyak Goreng Tetap Stabil

Komoditas minyak goreng juga terpantau stabil pada 25 Juni 2026.

Minyak goreng curah stabil di harga Rp 20.700 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing tercatat Rp 24.200 per liter dan Rp 23.350 per liter.

Faktor Pemicu Pergerakan Harga Sembako dan Inflasi

Fluktuasi harga sembako seringkali dipengaruhi oleh dinamika penawaran dan permintaan, gangguan distribusi, praktik penimbunan, serta perubahan iklim yang ekstrem.

Fenomena El Nino diprediksi akan memicu lonjakan harga pangan pada tahun 2026, dengan potensi inflasi Indonesia mencapai 4,5 persen.

Inflasi pada Juni 2026 juga berpotensi menembus 4 persen, tidak hanya karena harga pangan tetapi juga imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Komoditas seperti beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng menjadi penyumbang terbesar laju inflasi.

Kondisi neraca pangan nasional disebut masih cukup kuat menghadapi situasi global yang tidak menentu, meskipun tantangan distribusi masih ada.

Respons Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan Satgas Pangan, terus memantau pergerakan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan PIHPS.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh daerah.

Berbagai langkah mitigasi dilakukan, termasuk operasi pasar dan koordinasi dengan distributor serta produsen, untuk menekan harga dan memastikan pasokan aman.

Pemerintah juga berupaya mencari titik keseimbangan harga yang adil bagi produsen dan konsumen, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Program-program seperti bantuan langsung tunai (BLT) juga dipertimbangkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga.

Prospek Harga Sembako di Masa Depan

Dengan upaya pemantauan ketat dan intervensi kebijakan yang berkesinambungan, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga sembako menjelang semester kedua tahun 2026.

Meskipun ada tantangan dari faktor eksternal seperti iklim dan harga energi global, fokus pemerintah tetap pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut.

Pemantauan harga sembako akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses