VIDEO DEMO di KPU Sampang
https://youtu.be/rR6OqS0gjik
PortalMadura.Com, Sampang – Massa yang mengatasnamakan Ikatan Milenial Peduli Pemilukada (IMELDA) Sampang, Madura, Jawa Timur melakukan aksi untuk rasa ke Kantor KPU Kabupaten setempat, Rabu (16/5/2018).
Mereka memprotes ‘jargon’ (slogan/ tagline) yang digunakan KPU Sampang pada pemilihan bupati dan wakil bupati 2018. Jargon itu, “Jek ngako reng Sampang mon ta’ nyoblos” (Jangan mengaku orang Sampang kalau tidak nyoblos).
Aksi mereka membuat kegiatan simulasi pungut hitung suara Pilkada Sampang terganggu dan dihentikan sementara.
Koorlap aksi, Moch. Affrizal menuding KPU lalai dalam merumuskan suatu bahasa ajakan yang mengarah pada potensi ketersinggungan.
Mereka meminta KPU agar mengubah jargon pada bahasa yang lebih sopan. “Tagline tersebut, menunjukkan ketidakpercayaan diri KPU untuk menyelenggarakan Pemilukada,” katanya.
Ketua KPU Sampang, Syamsul Muarif menemui pengunjuk rasa. Bahkan, pihaknya menilai aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Sampang atas penyelenggaraan Pilkada.
“Tentu menjadi masukan dan akan dikaji bersama di internal KPU Sampang,” janjinya.
Ia menjelaskan, jargon yang dipersoalkan adalah usaha KPU Sampang untuk mengajak dan menghimbau masyarakat agar datang ke TPS dan nyoblos.
“Tidak lain dan tidak bukan. Jargon KPU merupakan ikhtiar untuk mengajak dan mendorong semua masyarakat Sampang agar datang ke TPS dengan memanfaatkan hak pilihnya,” tandasnya.
Usai ditemui, massa akhirnya bubar dengan pengawalan aparat kepolisian setempat. Acara sosialisasi pemilu pada pemilih kembali dilanjutkan.(Rafi/Putri)