oleh

Wajib Salatkah Mereka yang Setengah Gila? Ini Penjelasannya

PortalMadura.Com – Salat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap umat muslim yang ada dibelahan bumi ini. Salat juga merupakan ibadah wajib pertama dan hal pertama yang akan di pertanggung jawabkan nanti di akhirat. Lalu bagaimana dengan orang yang setangah gila atau mereka yang gila? Tetap wajibkah mereka melaksanakannya? Sedangkan keadaan jiwanya terganggu dan dalam syarat salat pun disebutkan bahwa jiwa dan pikiran yang bersih juga termasuk syarat salat. Mari kita bahas bersama.

Dalam fikih, orang yang setengah gila (dungu) disebut dengan al-Mu’tawih, sementara orang gila disebut al-Junun. Baik orang yang setengah gila maupun orang gila ternyata sama-sama tidak wajib melaksanakan salat fardu, atau ibadah-ibadah wajib lainnya. Para ulama menyamakan orang yang setengah gila (al-Mu’tawih) dengan orang yang gila (al-Junun).

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

“Al-Mu’tawih adalah orang yang lemah pemahamannya, kata-katanya kacau, kontrol dirinya rusak karena akalnya kacau, baik dari sejak lahir atau karena sakit yang muncul kemudian. Jika dungunya parah, dan dia belum tamyiz, maka dia sama dengan orang gila dan anak kecil yang belum tamyiz, semua perbuatannya dinilai batal. Kitab-kitab fiqih menyamakan keduanguan dengan gila.”

Loading...

Selain itu, terdapat sebuah hadis yang menyebutkan bahwa orang yang setengah gila atau dungu tidak dikenai taklif atau kewajiban melaksanakan perintah syariat. Dan jika dia melakukan larangan syariat, maka dia tidak mendapatkan dosa dan hukuman. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Sayidah Aisyah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

“Catatan amal diangkat dari tiga orang; dari anak kecil sampai ihtilam atau baligh, dari orang tidur sampai bangun, dan dari orang dungu (setengah gila) sampai berakal sempurna.”

Nah, Itulah jawaban apakah orang yang setengah gila atau gila sekalipun tetap wajib melaksanakan salat atau tidak. Jadi, jawabannya tidak. Karena kerusakan atau kekacauan akal yang dimilikinya. Namun, jangan kalian semerta-merta mengejek nya ya. Terkadang ada juga mereka yang gila ternyata lebih bersih hatinya dari pada kita yang memiliki fisik sempurna dan akal yang baik, tapi ternyata hati kita lebih kotor dari orang gila. Wallahu’alam saja. Kita tahu, bahwasanya yang benar-benar paham apa maksud hati kita, dosa kita, amal kita, bagaimana tingkat keimanan serta ketakwaan kita, bahkan diri kita sendiri hanyalah Allah SWT, dont judge people by the cover! Semoga bermanfaat sobat muslim.


Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : bincangsyariah.com
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar