oleh

Waspada! Ini 4 Faktor Seseorang Bisa Derita Kanker Usus

PortalMadura.Com – Saat ini, kanker usus masuk dalam kategori tiga besar kasus kanker yang diderita masyarakat Indonesia. Kasus kanker ini tidak memandang usia dan biasa diderita oleh siapapun karena beberapa faktor.

Sebagaimana menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan, Ari Fahrial Syam mengatakan, bahwa dalam praktiknya, kanker usus besar umum ditemukan. Beberapa kasus baru bahkan dialami pasien yang berusia lebih muda.

“Gaya hidup menjadi salah satu penyebab kenapa kanker usus besar tetap bertahan sebagai penyebab utama kematian dan angka kejadian terus meningkat di tengah masyarakat,” kata Ari.

Ari mengungkapkan, ada beberapa faktor risiko timbulnya kanker usus besar di masyarakat saat ini. Apa saja?.

Berikut empat faktor munculnya kanker usus pada seseorang:

Konsumsi Tinggi Daging Merah dan Olahan
Pola makan tinggi daging merah, daging olahan, serta kurangnya konsumsi sayur dan buah bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus besar. Berbagai penelitian di Indonesia telah menegaskan temuan ini.

“Anjuran untuk mengontrol berat badan dengan konsumsi daging merah yang berlebihan dan tidak konsumsi buah karena mengandung karbohidrat merupakan anjuran yang menyesatkan,” ujar Ari.

Loading...

Rokok
Ari menemukan beberapa kasus kanker usus besar malah dialami bukan pada perokok. Namun, orang-orang terdekat dan sekitarnya atau perokok pasif malah menjadi pasien.

Menurutnya, Indonesia masih belum benar-benar bebas dari rokok dan masih menjadi surga bagi para perokok. Hal ini karena mereka bebas melakukannya di berbagai tempat. Dibandingkan kota-kota lain di negara maju, jelas negara ini tertinggal.

Baca Juga: Hati-hati, Ternyata Pria Botak Rentan Terkena Kanker Usus Besar

Faktor Genetik
Faktor genetik merupakan salah satu faktor risiko yang harus diantisipasi karena sulit untuk dikendalikan. Beberapa orang bisa dilihat dari adanya riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis sebelumnya, atau riwayat penyakit kencing manis atau diabetes melitus.

Faktor Lain
Ari mengungkapkan ada beberapa faktor risiko lain yang terkait gaya hidup dan bisa diubah. Beberapa misalnya kegemukan, kurang bergerak, serta konsumsi alkohol.

“Ada bebeberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah adalah umur. Umur di atas 50 tahun menjadi batasan umur untuk memulai skrining,” ungkapnya.


Rewriter : Salimah
Sumber : merdeka.com

Komentar