PortalMadura.com

Waspada! Ini 5 Dampak Buruk Mengonsumsi Makanan dan Minuman Haram

  • Jumat, 2 September 2016 | 17:00
Waspada! Ini 5 Dampak Buruk Mengonsumsi Makanan dan Minuman Haram
ilustrasi

PortalMadura.Com – Sebagian umat muslim tidak mempedulikan terhadap apa yang mereka konsumsi setiap harinya. Tidak tahu manakah yang halal, manakah yang haram. Padahal, makanan maupun minuman dan hasil nafkah dari yang haram sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan seorang muslim, bahkan untuk kehidupan akhiratnya setelah kematian.

Oleh sebab itu, agama Islam telah memberikan perhatian dan peringatan yang keras pada kaum muslim agar tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang haram. Sebab, salah satu pengaruh yang akan timbul dari mengonsumsi makanan atau minuman haram adalah tidak dikabulnya doa umat muslim.

Selain itu, makanan dan minuman haram tentu tidak hanya dari zat yang dikandung makanan atau minuman tersebut, namun juga dari cara mendapatkannya. Makanan yang dibeli dengan uang hasil mencuri akan menjadi haram meskipun tidak ada zat haram yang terkandung di dalamnya.

Sebagaimana firman Allah: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala,” (QS. Al Maidah: 3).

Berikut lima dampak buruk mengonsumsi makanan dan minuman haram terhadap tubuh dan kehidupan Anda:

Tidak akan Terkabul Doanya
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Rasulullah menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.”Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?” (HR. Muslim no. 1015).

Harijadi Bangkalan
Baca Juga:  Said Abdullah Bantu Masjid Roboh di Pulau Sapudi

Membuat Hati Keras dan Akhlak Menjadi Kasar
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir r.a, dia berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak,” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa dia adalah hati,” (Muttafaq ‘Alaih).

Al-Munawi berkata: “Rasulullah menyabdakan ini, sesudah sabda beliau ‘perkara halal itu jelas’, sebagai peringatan bahwa makanan halal akan menyinari dan memperbaiki hati, sedangkan makanan syubhat akan membuat hati keras”.

Merusak Amal-amal Saleh
Akibatnya, makanan yang haram menyebabkan amal ibadah lainnya tidak diberi pahala atau tidak diterima. Rasulullah bersabda: “Salat tidak diterima tanpa bersuci dan tidak pula sedekah yang dari kecurangan akan diterima,” (HR. Muslim).

Ibnu Abbas r.a, berkata: “Allah tidak akan menerima salat seseorang yang di dalam lambungnya terdapat makanan haram”.

Ancaman Siksa Neraka
“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya,” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadis ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 4519).

Rusaknya Keturunan
Hal ini, karena makanan haram membuatnya terjauh dari penjagaan Allah. Ibnu al-Munkadir berkata, “Sesungguhnya Allah akan senantiasa menjaga anak dan cucu orang saleh serta orang-orang di sekitarnya dengan sebab dirinya. mereka senantiasa mendapat perlindungan dan pengamanan dari Allah”.

Semoga Allah selalu mencukupkan kita dengan makanan dan minuman serta harta yang halal sehingga kita terhindar dari yang haram. (hijabnesia.com/Salimah)

Baca Juga:  Hati-Hati, Ini 3 Godaan Setan Yang Perlu Diwaspadai Jelang Pernikahan
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional