PortalMadura.Com – Semua orang tua tentu memiliki keinginan besar bagaimana anak-anaknya menjadi anak baik, namun tidak semuanya sadar dengan apa yang dilakukan pada anak-anaknya. Bukankah anak-anak kita dilahirkan dalam keadaan suci dan kosong?.
Orang tualah yang bertanggungjawab untuk mengisi dan memberikan pendidikan serta mengajari yang baik pula. Orang tualah yang akan mencetak anak-anaknya akan dijadikan anak durhaka atau anak saleh dan salehah.
Tetapi kadang tidak disadari bahwa orang tualah yang telah mengajari dan memberi contoh yang tidak baik. Prilaku sepele sering menjadi contoh pada anak-anaknya. Dari sekian prilaku yang tidak baik dan dinilai sepele itu, dikategorikan dalam 10 dosa orang tua pada anak oleh Syekh Ali Jaber.
PortalMadura.Com, Senin (23/10/2023) melansir kanal YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber disebutkan agar tidak menjadi orang tua durhaka pada anak. “Saya membawakan 10 kata, Insyaallah ada yang positif dan negatif,” katanya.
Menurutnya, Islam sangat memerhatikan sistem pendidikan dan perhatian kepada anak. “Ucapan kita, perlakuan kita pada anak kita. 10 kata yang merusak perasaan dan hati anak,” kembali menegaskan.
10 Kata Yang Merusak Perasaan dan Hati Anak
1. Suka mencaci maki
Mencaci maki anak tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Syekh Ali Jaber menyebutnya sebagai prilaku yang sangat berbahaya, apalagi dalam keadaan emosi.
“Kita suka mencaci maki anak, ini sebuah bahaya kalau kita dalam keadaan emosi. Kalau lagi emosi jauhkan diri dari anak. Anak jangan sampai menjadi korban,” katanya.
Mencaci maki kadang diungkapkan pada orang lain. Tapi bagaimana jika mencaci maki itu dilakukan pada anak-anak. “Kalau sama orang lain, mungkin masih maklum diucapkan (tetap tidak boleh), tapi kalau pada anak kita?,” ujarnya.
2. Menghina Anak
Menghina anak sendiri juga dinilai berbahaya. Misalnya, menghina anak di depan teman-temannya. “Saking menghina anaknya, (bilang) ‘saya heran bagaimana saya bisa punya anak seperti kamu’,” katanya.
Saat itu boleh saja anak kita tidak menangis, tetapi anak kita dihancurkan duluan. “Itu namanya durhaka orang tua sebelum anak durhaka pada orang tua,” tegasnya.
Syekh Ali Jaber menyampaikan, jika ada prilaku anak yang tidak bisa diterima jangan pernah memarahi di depan teman-temannya. “Jangan membuka aib di depan temannya. Nasihati dengan baik,” katanya.
3. Membandingkan dengan Orang Lain
Membandingkan anak sendiri dengan orang lain atau dengan saudara kandungnya sendiri juga tidak baik. “Misalnya, kamu tidak bisa seperti mereka, kamu tidak bisa seperti si A atau si B,” terangnya.
Membandingkan dengan mereka atau saudaranya sendiri maka akan timbul kebencian dan anak akan kecil hati. “Maka akan tumbuh dan selalu membenci mereka atau saudaranya. Maka jangan pernah membandingkan anak kita dengan orang lain,” tegasnya.
“Mohon maaf, kita saja orang dewasa dibandingkan dengan orang lain, kita akan marah. Apalagi anak kita,” sambungnya mencontohkan.
4. Cinta Bersyarat
Cinta dengan syarat dinilai akan merusak mental anak kita. “Misalnya, aku cinta kamu, tapi syaratnya begini… Jadi, seolah-olah cinta tapi bersyarat. Aku cinta kalau kamu tidak nonton TV,” katanya.
Cinta pada anak, kata Syekh Ali Jaber, ya cinta yang normal karena Allah. Jika orang tua tidak menunjukkan cinta yang benar, maka cinta anak-anak akan lari pada orang lain. Anak akan menjauh diri dari orang tuanya.
“Kalau kita tidak menunjukkan rasa cinta pada anak kita, maka anak kita akan lari pada orang lain. Sepertinya (merasakan) akan hilang rasa sayang dan cinta dari orang tuanya, karena selalu ada syarat,” tandasnya.
5. Menyampaikan Informasi yang Salah
Menyampaikan informasi yang salah menjadikan anak tidak baik. “Misalnya, laki-laki gak boleh nangis,” terangnya.
Ungkapan tersebut siapa yang bilang. Hal ini akan melahirkan anak sakit jiwa. “Ini jangan dianggap hal kecil, biarkanlah anak laki-laki menangis,” katanya.
6. Selalalu Memberikan Ancaman
Ancama pada anak sangat berbahaya meski tujuannya baik. “Misalnya, ayo kalau makan habiskan, kalau gak (dihabiskan) hantu akan datang. Ayo tidur, kalau gak tidur ada hantu,” terangnya.
Niat orang tua mungkin baik, biar anak cepat tidur, tetapi sangat berbahaya buat perkembangan kejiwaan anak.
“Padahal dari sisi psikologi jiwa, anak kita mampu menguasai 7 bahasa dari usia 2-6 tahun. Baik bahasa kita, bahasa daerah, bahasa lainnya. Kenapa kita sia-siakan dalam usia itu?,” katanya.
7. Melarang Tanpa Menjelaskan
Melarang sesuatu tanpa memberikan alasan yang benar pada anak juga tidak baik dan dikategorikan dosa orang tua pada anak.
“Kenapa kita melarang tanpa ada penjelasan. Hanya bilang tidak boleh. Misalnya, minta sesuatu, dijawab tidak ada, tidak bisa, tidak boleh. Tanpa ada penjelasan apa sebabnya,” ujarnya.
Contohnya, “Gak boleh nonton TV kalau sudah malam, karena akan mengganggu mata kita, kalau makan habiskan karena di dalam makanan ada berkah. Ini kan ada alasannya,” katanya.
Saat dilarang menonton TV tanpa ada alasan, bisa saja anak diam atau melawan dan masuk kamar tidur. Tapi, kadang ada orang tua yang justru menonton TV sendiri setelah anaknya masuk kamar. “Tapi Allah Maha Tahu apa yang terjadi,” katanya.
Syekh Ali Jaber menegaskan, jika orang tua mengharapkan anak-anaknya menjadi anak saleh dan salehah, maka wajib memberikan contoh prilaku dan ucapan yang baik pula.
8. Menghancurkan Kepercayaan
Seringkali diucapkan orang tua tanpa ada filter. Misalnya, “Kamu bodoh selama-lamanya, kamu gak akan jadi bintang. Masyaallah, kok ada orang tua seperti itu,” katanya.
Contoh lain, “Saya menyesal punya anak seperti kamu, saya menyesal dengan hari kelahiranmu”.
Syekh Ali Jaber mencontohkan hal tersebut bukan sekedar contoh atau mendengar dari orang lain, namun mendengarnya sendiri dalam kehidupan keluarga antara anak dan orang tua.
“Saya contohkan seperti ini, bukan dari saya, tapi saya mendengar,” katanya.
9. Doa Buruk
Orang tua kadang timbul kekesalan yang tidak mampu dikendalikan. Saking kesalnya, mendoakan anak-anaknya tidak baik, berdoa yang buruk. “Misalnya, anak kita keluar dari rumah tanpa pamit. Lalu berdoa mudah-mudahan kamu celaka,” katanya.
Rasulullah SAW melarang orang tua berdoa buruk pada anak-anak. Jika doanya diijabah, siapa yang akan menyesal selama-lamanya?, tetap orang tuanya. “Jika tidak bisa berdoa yang baik pada anaknya, lebih baik diam,” tegasnya.
10. Suka Membuka Aib Anak Pada Orang Lain
Dosa orang tua pada anak juga sering ditemukan, seperti menceritakan aib anak pada orang lain atau pada teman-temannya.
Syekh Ali Jaber mencontohkan hal sederhana dan kemungkinan tidak disadari bahwa akan menjadi tidak baik pada pertumbuhan dan sikap anak.
“Kalau tidur kencing di atas kasur. Hal ini diceritakan pada kawan-kawannya. Nah, kawan-kawannya pasti menjadikan bahan ejekan. Astaghfirullah jika ini terjadi pada anak kita,” tandasnya.(*)