oleh

4 Alasan Kenapa Wajib Ada Ketupat dan Opor Saat Lebaran

PortalMadura.Com – Saat hari raya Idul Fitri biasanya tidak lepas dari tradisi meriah dan penyajian hidangan yang istimewa. Ada beberapa masakan yang dianggap harus disajikan di meja makan, di antaranya yaitu ketupat dan opor.

Lantas, kenapa harus ada ketupat dan opor saat lebaran?. Sebenarnya ada makna filosofis yang mendalam dari penyajian kedua jenis masakan tersebut. Untuk lebih jelasanya, mari simak penjelasan berikut ini:

Ketupat: Simbol Kerendahan Hati untuk Mengakui Kesalahan
Lontong berbungkus anyaman dan kelapa ini memiliki filosofi tersendiri dan sejarah yang panjang. Ketupat merupakan bagian dari tradisi Idul Fitri di tanah Jawa. Makanan ini dipopulerkan oleh salah satu dari Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga memperkenalkan dua kali perayaan lebaran, yaitu lebaran hari raya Idul Fitri satu syawal dan Lebaran Kupat. Lebaran kupat adalah perayaan lebaran setelah menjalani puasa sunah tujuh hari pasca 1 syawal. Tradisi lebaran kupat ini berlaku hanya di beberapa daerah yang sebagian besar berada di tanah Jawa.

Seperti unsur-unsur tradisi Jawa-Islam lain yang diperkenalkan sang wali, ketupat juga memiliki makna tersendiri. Ketupat berasal dari kata kupat yang memiliki makna ganda, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).

Ketupat dan Empat Tindakan Umat Islam
Laku papat alias empat tindakan yang dimaksud adalah luberan, leburan, lebaran, dan laburan. Keempatnya bermakna berakhirnya puasa, berbagi rezeki berlimpah dalam artian zakat fitrah, peleburan dosa, dan memutihkan kembali hati.

Anyaman Ketupat Simbol Jalan Hidup dan Sifat Manusia
Bahkan penggunaan janur dan bentuk ketupat yang khas pun memiliki arti tersendiri. Secara fisik, anyaman ketupat juga merupakan simbol jalan hidup manusia yang penuh dengan permasalahan, penuh dengan liku-liku.

Baca Juga : Destinasi Wisata Baru, Gua Soekarno Sumenep Yang Eksotis Nan Memikat

Sementara itu, daun kelapa muda yang mudah dibentuk, masih lentur, dan memiliki kondisi yang masih baik, secara filosofis menggambarkan sifat manusia yang dapat dibentuk, diarahkan, dididik agar hidupnya selalu indah.

Opor Sebagai Simbol Permintaan Maaf
Penyajian opor sebagai teman makan ketupat saat Lebaran juga bukan tanpa alasan. Opor dibuat dengan kuah santan. Sementara santan memiliki bunyi yang mirip dengan pangapunten. Kata ini berarti permintaan maaf di dalam bahasa Jawa. Jadi penyuguhan opor sebagai pendamping ketupat memiliki makna simbolis mengakui kesalahan dengan tulus dan diikuti meminta maaf.

Demikian makna-makna yang terkandung di dalam dua hidangan wajib Lebaran, yaitu ketupat dan opor. Mari lestarikan tradisi kuliner sarat pembelajaran ini.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : merdeka.com

Komentar